Home Headline Kurangi Mobilitas Selama PPKM Darurat, Pemkot Padamkan PJU di Semarang

Kurangi Mobilitas Selama PPKM Darurat, Pemkot Padamkan PJU di Semarang

SEMARANG, 13/7 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan pemadaman lampu penerangan jalan umum (PJU) di seluruh ruas jalan protokol sebagai upaya mengurangi mobilitas masyarakat selama masa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dengan harapan dapat menurunkan angka kasus Covid-19.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali memaparkan, pemadaman lampu PJU berlaku mulai Senin (12/7/2021) malam dan akan berlangsung hingga 20 Juli mendatang. Lampu mulai dimatikan pukul 18.00 – 06.00.

Pemadaman sudah dilakukan di beberapa ruas jalan protokol. Setiap kecamatan, ada tiga ruas jalan yang dipadamkan terutama wilayah yang seringkali terjadi kerumunan.

Ditambah, sejumlah ruas jalan yang saat ini sudah dilakukan penutupan juga dilakukan pemadaman PJU. Rencananya, PJU di seluruh ruas jalan protokol akan menyusul dilakukan pemadaman.

“Ada informasi dari Kapolda lewat Pak Wali, semua jalan umum protokol dipadamkan,” papar Ali, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (13/7).

Ali melanjutkan, Disperkim bekerjasama dengan Polsek, Polrestabes, dan kecamatan untuk saling memberi informasi titik mana saja yang belum dilakukan pemadaman hingga menimbulkan kerumunan.

“Itu bisa kami tanggulangi, lampu kami padamkan,” tegasnya.

Dengan upaya ini, dia berharap pademi Covid-19 di Kota Semarang bisa segera menurun hingga Kota Semarang bisa masuk zona hijau setelah berakhirnya PPKM darurat.

Dari data sementara, PJU di sejumlah ruas jalan sudah dipadamkan pada hari pertama pemadaman, antara lain Jalan Ngesrep Timur, Supriyadi, Lamper Tengah, Sendangguwo Baru, Srikaton, BK-Suratmo, Pemuda, Gajah, Kranggan, dan Kauman.

Semua akses jalan menuju kawasan Simpanglima juga sudah dipadamkan, begitu pula kawasan Kota Lama

Ruas jalan lain yang sudah dipadamkan yaitu Jalan S Parman, Majapahit, Jolotundo, Kartini, Citarum, Mt Haryono, Malang Sari Raya, Medoho Raya, Tentara Pelajar, Sriwijaya, Suyudono, Batang Selatan, Thamrin, Ki Mangunsarkoro, Woltermongensidi, Gebanganom, Durian Raya, Mulawarman Raya, Banjarsari, Hasanudin, Urip Sumoharjo, dr. Hamka, Moch Ikhsan.

Saat ini, Disperkim masih merekap jalan-jalan yang sudah dilakukan pemadaman.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menargetkan Kota Semarang bisa segera masuk zona hijau. Berbagai langkah dilakukan diantaranya memperbanyak titik penyekatan dan mematikan PJU supaya mobilitas masyarakat semakin berkurang. Patroli pemantauan tetap akan berjalan.

“Kami akan kuatkan pemantauan serta mengurangi cahaya lampu penerangan jalan umum untuk kemudian aktivitas dapat semakin dikurangi,” papar Hendi, sapaannya.

Dia menyebutkan, penurunan mobilitas pada pekan lalu mencapai 19,8 persen. Kini, penurunan sudah berada pada angka 30 persen.

“Kami ucapkan terima kasih. Hari ini berubah kuning, masuk wilayah 30 persen. Target berikutnya warna hijau atau pengurangan mobilitas 50 persen,” ucapnya.

Penurunan mobilitas tersebut berdampak baik terhadap penurunan kasus Covid-19. Hendi mengklaim angka penderita Covid-19 sudah semakin turun. Penurunan kasus di ibu kota Jawa Tengah sebesar 6,3 persen sejak 3 – 12 Juli. (Ak/El)