Home News Update Kurang Murid, Pemkab Sragen Wacanakan Regrouping SD

Kurang Murid, Pemkab Sragen Wacanakan Regrouping SD

Bupati Sragen sidak Sekolah Dasar di Sragen.

SRAGEN, 19/5 (BeritaJateng.net) – Pasca dilantik sebagai Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati berencana melakukan penggabungan atau regrouping sekolah dasar di Sragen.

“Pasalnya banyak sekolah dasar di Sragen yang banyak kekurangan murid. Cukup banyak sekolah yang jumlah siswanya berada dibawah 100 orang. Terutama yang berada di kawasan desa,” jelas Bupati Yuni, Kamis (19/5/2016).

Yuni menyampaikan kurangnya murid dalam suatu sekolah pastinya akan berpengaruh juga pada kesulitan guru yang akan mengajukan sertifikasibjika kuota murid tidak terpenuhi.

“Tapi nanti untuk penggabungan akan dilihat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah yang bersangkutan. Seperti SD yang jumlah muridnya sedikit dan lokal kelas kurang, maka   penggabungan itu memungkinkan. jelas Yuni di Sragen Jawa Tengah.

Sedangkan masalah penempatan guru, Pemerintah Kabupaten Sragen akan mengaturnya jika regrouping jadi dilaksanakan. Pihak Pemerintah tentunya juga akan mengatur penempatan guru jika sudah dilaksanakan regrouping.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Suwandi menyampaikan Di Sragen terdapat 557 SD. Dari jumlah tersebut, ada sekolah yang muridnya di bawah 100. Tentunya kegitan belajar mengajar menjadi tidak maksimal.

Kendala dalam pelaksanaan regrouping, karena lokasi sekolah banyak yang berjauhan. Sekolah tetap dibutuhkan masyarakat meski jumlah murid sedikit karena lokasi sekolah tidak jauh dari rumah.

“Idealnya rombongan belajar (rombel) SD maksimal ada 20 anak. Namun kebanyakan kurang hingga sampai dibawah 10 siswa,”, pungkasnya.

Dia mengatakan secara aturan sejumlah sekolah bisa dilakukan regrouping. Idealnya dalam satu  Namun kebanyakan  Pihaknya berupaya mencari formula yang tepat mengatasi masalah ini. ”Ideal per kelas 20 siswa, tp ada 10 di bawah 10, di pedesaan. Kalau perkotaan sudah ldeal. Tahun ini, belum kita sedang petakan, supaya kendala bisa diminimalkan,” tandasnya. (Bj24)