Home Headline Kumpulkan Anggota Satpol PP, Bupati Blora : Bertindak Lebih Humanis Pada Masyarakat

Kumpulkan Anggota Satpol PP, Bupati Blora : Bertindak Lebih Humanis Pada Masyarakat

Bupati Blora Minta Satpol PP Bertindak Lebih Humanis Pada Masyarakat

BLORA, 7/9 (BeritaJateng.net) – Pasca pemecatan oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berinisial IL, yang bertindak arogan menendang kepala pemuda mabuk yang videonya sempat viral, Bupati Blora Arif Rohman langsung menggelar apel pagi dengan seluruh anggota Satpol PP di kantornya, Selasa (7/9).

Apel dihadiri seluruh jajaran Forkopimda, Dandim 0721/Blora Letkol Inf Andy Soelistyo Kurniawan Putro dan Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama.

Dihadapan seluruh anggota satpol PP Kabupaten Blora, Bupati menekankan agar bertindak yang lebih humanis dalam menghadapi masyarakat.

“Saya tekankan pendekatan yang kita pakai adalah pendekatan yang humanis kepada masyarakat. Kita adalah pelayan masyarakat kita harus bisa mengambil hati masyarakat,” jelas Arif.

Arif juga meminta agar Satpol PP bisa menjalin sinergi dengan seluruh elemen, untuk menciptakan kondusivitas di Kabupaten Blora.

“Saya kira kalau kita bersinergi dengan masyarakat dan juga TNI – Polri, harapan kita untuk Blora yang aman tentram ini, akan kita bisa laksanakan bersama,” ucapnya.

Arif mengungkapkan kasus penendangan oleh oknum anggota Satpol terhadap seorang remaja saat ini telah berakhir damai. Ia berharap kedua belah pihak bisa saling instrospeksi dan memperbaiki diri.

“Kemarin setelah itu ada rapat Pak Sekda dengan Forkopimcam, antara pelaku dan korban sudah berdamai, kita juga minta saling memperbaiki diri karena ini dilapangan muncul reaksi, tapi semua bisa dikendalikan,” ucapnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Blora Djoko Sulistyo berharap kejadian ini bisa diambil hikmah oleh anggota. Ia berharap anggota tetap semangat dalam melayani masyarakat.

“Harapan kita seperti Pak Bupati, kita tetap semangat bekerja, dalam bekerja kita lebih humanis. Karena bahwa rakyat itu bukan musuh kita, rakyat butuh disadarkan kalau ada pelanggaran, jadi kita tidak main kekerasan,” ucapnya.

Djoko mengungkapkan saat ini oknum anggota Satpol PP itu juga sudah tidak berdinas kembali.

“Jadi sejak kemarin yang bersangkutan saya undang ke ruangan saya, dan saya beritahu bahwa mulai kemarin diputus kontrak. Jadi langsung kemarin sudah tidak aktif,” pungkasnya. (Her/El)