Home Ekbis Kue Keranjang Efendi Pertahankan Resep Warisan Leluhur

Kue Keranjang Efendi Pertahankan Resep Warisan Leluhur

HEND-KUE KERANJANG 02Semarang,18/2 (Beritajateng.net) – Kue keranjang atau nian gao hanya bisa kita temui setahun sekali terutama pada saat perayan imlek.

Kue berbentuk bulat yang mempunyai rasa manis biasnya digunakan sebagai hantaran keluarga atau sebagai bahan sesaji disaat pelaksanaan puja bakti para dewa.

Guna menjaga cita rasa kue keranjang Harun Effendi seorang pembuat kue keranjang generasi ketiga di Kampung Kentangan, Kota Semarang masih tetap menggunakan resep tradisonal warisan keluarga.

Menurut Harun Effendi, proses pembuatannya tidak jauh beda dengan pembuat kue keranjang yang lain namun dirinya tetap melestarikan resep dari leluhur.

”Kalau di tempat saya masih mengunakan tungku dan memasaknya masih mengunakan kayu biar rasanya sedap,” ujarnya.

Untuk prosesnya sendiri, Kue keranjang dengan bahan ketan halus diaduk bersama air gula yang telah disaring terlebih dahulu. Adonan yang sudah rata kemudian di masukan ke dalam cetakan berbentuk keranjang dari bambu dan dilanjutkan proses memasak dengan bahan bakar kayu pada tungku raksasa selama lebih kurang 8 jam.

Untuk varian rasa, Harun menyediakan sedikitnya lima pilihan rasa yakni original, frambos, vanilla, pandan dan kacang dengan harga yang ditawarkan cukup terjangkau mulai Rp30 ribu hingga Rp40 ribu, tergantung jenis dan varian.

Cita rasa yang masih tetap terjaga hingga saat ini membuat para pembeli rela berdatangan baik Dalam Kota maupun Luar Kota Semarang. “Saat perayaan imlek seperti saat ini pesanan sudah sejak satu bulan lalu”, ungkap Harun.

Menurut Kusuma Dewi, salah satu pelanggan, kue keranjang buatan Harun yang menggunakan gula asli menjadikan kue keranjang manis dan rasanya nikmat. “Kalau di tempat lain ada campurannya jadinya keras, kalo disini disimpan berminggu-minggu masih empuk dan tidak akan keras”, ujarnya.(BJ15)