Home Lintas Jateng Kudus Perbanyak Poliklinik Kesehatan Desa

Kudus Perbanyak Poliklinik Kesehatan Desa

Ilustrasi

 

Ilustrasi
Ilustrasi

Kudus, 13/11 (Beritajateng.net) – Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memperbanyak jumlah Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) untuk menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Maryata didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Sukoliyono di Kudus, Kamis, jumlah PKD yang ada saat ini memang belum merata di semua desa sehingga tahun ini dibangun lima PKD baru.

Kelima PKD tersebut, yakni di Desa Jepang Pakis, Karangmalang, Getasrabi, Barongan, dan Mlati Lor.

Plafon anggaran pembangunan untuk setiap PKD mencapai Rp346,5 juta, meskipun ada satu PKD yang plafon anggarannya hanya Rp260,084 juta di Desa Getasrabi.

Sementara jumlah PKD yang ada saat ini, kata dia, tercatat hanya ada di 88 desa dari 132 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Kudus.

Puluhan PKD tersebut, tersebar di Kecamatan Kaliwungu ada 13 PKD, Kecamatan Kota 14 PKD, Jati tiga PKD, Undaan 12 PKD, Mejobo sebanyak delapan PKD.

Sementara di Kecamatan Jekulo terdapat tujuh PKD, Kecamatan Bae 10 PKD, Gebog enam PKD dan Kecamatan Dawe terdapat 15 PKD.

Berdasarkan wilayah kerja pusat kesehatan masyarakat, kata dia, terdapat satu puskesmas yang belum didukung PKD, yakni Puskesmas Jati.

Dengan demikian, kata dia, masih ada 44 desa yang belum dilengkapi PKD.

Dalam membangun PKD, kata dia, tidak hanya membutuhkan dukungan anggaran, melainkan harus ada dukungan dari pemerintah desa setempat dalam hal penyediaan lahannya.

“Kami sebatas membantu pembangunan fisiknya, sedangkan lahannya harus disediakan oleh pemerintah desa setempat,” ujarnya.

Keberadaan PKD tersebut, kata dia, bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama pelayanan terhadap ibu hamil dan balita.

Sejauh ini, lanjut dia, di setiap desa memang terdapat bidan desa yang setiap saat bisa membantu persalinan ibu melahirkan ketika tempat tinggalnya jauh dari puskesmas atau pelayanan kesehatan lainnya.

“PKD tersebut diharapkan juga menambah kemudahan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan karena lokasinya berada di perdesaan,” ujarnya.

Nantinya, kata dia, setiap hari di PKD disediakan petugas jaga dari bidan desa.

Dengan diperbanyaknya jumlah PKD, dia berharap, pelayanan kesehatan terhadap masyarakat semakin merata dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan juga semakin meningkat.

“Alasan jauh dari tempat pelayanan kesehatan tentunya sudah tidak ada lagi sehingga angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan,” ujarnya.

Bupati Kudus Musthofa juga menyampaikan bahwa permasalahan yang menjadi perhatian saat ini terkait tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Ia berharap, semua pihak mendukung upaya pelayanan kesehatan gratis terhadap warga miskin sehingga kasus tersebut bisa ditekan.(ant/pj)

Advertisements