Home Nasional Kubu Agung Laksono Ingin Pertahankan Kemenangan Sembilan Kabupaten

Kubu Agung Laksono Ingin Pertahankan Kemenangan Sembilan Kabupaten

Agung Laksono

Makassar, 13/3 (BeritaJateng.net) – Partai Golkar kubu Agung Laksono bertekaad mempertahankan kemenangan di sembilan dari 11 kabupaten yang menggelar pemilihan kepala daerah secara serentak akhir tahun 2015.

“Pilkada akan digelar di 11 kabupaten, tapi kita sadar ada dua kabupaten yang perolehan suaranya Golkar tidak cukup banyak dan dominasi kepala daerahnya sangat kuat, makanya kita target sama dengan sebelumnya,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal DPP Golkar, Sabil Rachman yang dihubungi, Jumat.

Dia mengatakan, sembilan daerah yang menjadi milik Golkar, yakni Kabupaten Gowa, Selayar, Barru, Bulukumba, Pangkep, Luwu Utara (Lutra), Luwu Timur (Lutim), Tana Toraja (Tator) dan Toraja Utara (Torut).

Sedangkan dua kabupaten yang bukan lumbung suara partai berlambang pohon beringin itu yakni Kabupaten Maros dan Kabupaten Soppeng.

Pada Kabupaten Maros, ada petahana kepala daerah Hatta Rahman yang merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN). Sedangkan di Kabupaten Soppeng, ada Andi Soetomo (Gerindra), bupati dua periode yang diakuinya masih sangat kuat karena berhasil memenangkan pemilu legislatif beberapa waktu lalu.

Sabil menyatakan, untuk mengantisipasi dua dari 11 daerah yang akan menggelar pemilihan kepala daerah di Sulawesi Selatan itu, dia kemudian mengimbau kepada seluruh kadernya untuk bisa bekerja keras merebut kembali dua kabupaten tersebut.

“Golkar butuh kerja keras untuk menang di Maros dan Soppeng karena kepala daerahnya bukan berasal dari partai Golkar,” kata Sabil.

Selain kepala daerahnya bukan dari Golkar, partai berlambang pohon beringin ini pun kalah dalam hal perolehan suara sehingga harus berkoalisi dengan partai lain kalau ingin maju di Pilkada.

Di Maros, Golkar hanya memperoleh 4 kursi dari 35 kursi di DPRD. Sedangkan syarat usungan yang mesti dipenuhi adalah 7 kursi. Sedangkan di Soppeng, dari total 30 kursi di DPRD, Golkar meraih 7 kursi dan mampu mengusung sendiri kadernya tanpa mesti berkoalisi.

Sabil yang juga Kordinator Wilayah DPP Golkar Sulawesi itu mengimbau pengurus Golkar untuk tidak bimbang melakukan penjaringan calon kepala daerah. Hal itu karena dualisme kepengurusan Golkar telah berakhir pada 10 Maret lalu setelah Kementerian Hukum dan HAM mengakui kepengurusan Golkar hasil Munas Ancol.

“Golkar di Sulawesi Selatan jangan khawatir. Hanya satu Golkar, yakni Golkar Munas Ancol, karena itu pada bulan April kami akan membuka pendaftaran calon kepala daerah,” katanya. (abt/BJ)