Home Hukum dan Kriminal Kuasa Hukum Peni: Jaksa Ragu Klien Kami, Bersalah atau Tidak

Kuasa Hukum Peni: Jaksa Ragu Klien Kami, Bersalah atau Tidak

Terdakwa kasus gudang sabu di Jepara, Jawa Tengah, Peni Suprapti menangis usai mengikuti sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (02/11/2016).

SEMARANG, 02/11 (BeritaJateng.net) – Atas tuntutan yang dijatuhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Semarang kepada Peni Suprapti, terdakwa kasus penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 97 Kg di Jepara, Jawa Tengah. Kuasa hukum Peni Suprapti (terdakwa), Yosep Parera menyatakan ada kejanggalan dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Semarang, Rabu (02/11/2016) tersebut.

“Tuntutan jaksa pada klien kami, 18 tahun penjara. Kami berterima kasih, karena dengan itu memperlihatkan jaksa ragu atas klien kami, bersalah atau tidak,” ungkap Yosep, usai sidang.

Menurut pernyataan Yosep Parera, seharusnya Majelis Hakim nantinya menjatuhkan vonis bebas kepada klien nya(Peni Suprapti). Sebab, menurutnya ada barang bukti yang tidak diperlihatkan. Barang bukti tersebut, berupa foto beserta percakapan klien nya dengan suaminya, yang diyakini Yosep dapat membuktikan bahwa Peni Suprapti tidak terlibat dalam kasus penyelundupan narkotika tersebut.

“Saya sudah meminta kepada Jaksa agar adanya PrintQut bukti berupa foto dan percakapan yang ada pada handphone terdakwa. Fotonya di gudang CV Jeparaya, Jepara yang bergambarkan sejumlah genset yang diturunkan dari truk,” jelas yosep.

Yosep juga menjelaskan, yang membayar sewa gudang bukanlah klien nya. Selain itu aliran dana ke rekening Peni, terjadi sebelum ada kasus sabu tersebut, karena gudang disewa untuk bisnis mebel.

“Untuk uang yang masuk ke rekening Peni, itu kiriman dari suaminya. Untuk biaya hidup Peni. Kiriman itu, sebelum ada narkoba. Waktu itu, gudang disewa buat bisnis mebel. Seharusnya, divonis bebas,” terangnya.

Klien kami, yosep menambahkan, juga telah menanyakan tentang barang (genset) tersebut kepada Didi (terdakwa lain).

“Barang itu apa mas?, punya siapa itu?, tanya Peni kepada Didi. Didi pun menjawab, ‘itu punya bos’e (suami Peni). Dalam percakapan itu, menunjukkan bahwa klien kami tidak tahu menahu tentang barang (genset) tersebut”. Tambah Yosep.

Diberitakan sebelumnya, pada 27 Januari 2016, tim BNN bersama petugas Bea dan Cukai sudah melakukan pengintaian sejak barang (genset) dari China yang berisi narkotika jenis sabu-sabu tersebut, tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Kemudian, pengintaian dilanjutkan hingga barang sampai tempat tujuan di gudang CV Jeparaya di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara.

Saat penggerebekan dilakukan, WNI bernama Didi Triono bersama Mr Khan sedang menurunkan genset dari truk. Saat penggeledahan, ternyata ditemukan narkotika golongan satu (sabu-sabu) di dalam genset tersebut. Ratusan genset lain, ternyata juga diselipkan sabu di dalamnya dengan jumlah besar. Total genset 194 unit dengan sabu-sabu di dalamnya total berat 97 kg.

Tak hanya, Mr Khan dan Didi yang berhasil ditangkap. Terdakwa lain, WNA dari Amerika yaitu Kamran Muzaffar Malik, Faiq Akhtar WNA asal Pakistan dan tiga WNI yaitu Tomi Agung, Julian Citra Kurniawan dan Restyadi Sayoko, berhasil ditangkap. (Bjt03)

Advertisements