Home Ekbis Kreditur Independent KSP Intidana Tuntut Kejelasan Kepengurusan Sah

Kreditur Independent KSP Intidana Tuntut Kejelasan Kepengurusan Sah

KSP Intidana gelar pertemuan tutut kepengurusan yang jelas. 

SOLO, 10/5 (BeritaJateng.net) – Belum berakhirnya polemik yang terjadi dalam kepengurusan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana membuat sejumlah kreditur merasa khawatir.  Pasalnya, kreditur merasa khawatir dengan polemik tersebut membuat kinerja KSP Intidana jadi terhambat.

Adanya dualisme kepengurusan membuat KSP Intidana tidak bisa maksimal bekerja. Seharusnya dalam kepengurusan KSP Inti Dana, Handoko, SE, menjabat sebagai ketua sejak tahun 2015, akan tetapi dalam penguasaan dilapangan dikuasai oleh Budiman Gandi.

Kuasa Hukum dari pihak Handoko dan perwakilan kreditur yanh tergabung dalam  kreditur independent, Radhie Noviadi, meminta agar semua permasalahan bisa segera diatasi dan keduanya bisa dusuk satu meja, berdamai dan bekerja kembali sesuai ADARTnya.

Dalam pertemuan tersebut, pada intinya para kreditur meminta perselisihan antara dua versi kepimpinan KSP Intidana diakhiri dan saling berdamai.

“Kita berharap kejelasan terkait kepengurusan yang sah agar para kreditur dapat merasakan kenyamanan,” jelasnya kepada beritajateng.net di Solo Jawa Tengah.

Nantinya, pihak Handoko akan melakukan gugatan terkait kepengurusan yang sah, meski saat ini Handoko menjadi ketua KSP Intidana, tetapi penguasaan dan juga aset KSP Intidana dikuasai oleh Budiman Gandi.

‘’Secara hukum kepengurusan yang sah ada di Pak Handoko sebagai ketua KSP Intidana. Pak Handoko yang bertanggung jawab dalam mengembalikan uang nasabah yang seharusnya mulai dibayarkan bulan Januari besuk.  Namun gimana mau bekerja semua  dikuasai pihak Budiman Gandi,” jelas Radhie Noviadi, SH.

Radhi juga menyampaikan, pihaknya mewakili Handoko dan kreditur independent berharap penjelasan kepengurusan yang sah oleh pengadilan. Jika terjadi pengesahan oleh pengadilan, maka dari hasil keputusan pengadilan dalam kepengurusan di KSP Intidana adalah mutlak dan jangan diganggu lagi.

“Jadi nantinya ada keputusan pengadilan semua harus legowo dan berkewajiban mengembalikan uang nasabah,” tegas Radhi.

Sementara itu, Ana Margaretha,  salah satu anggota kreditur independent meminta agar semuq lihak lebih baik segera berdamai.  Agar kreditur jelas untuk menuntut uang mereka yang telah masuk ke KSP Intidana. Ana sendiri mengaku uangnya sudah masuk di KSP Intidana senilai Rp 450 juta.

‘’Kami tidak peduli siapa yang memimpin KSP Intidana. Yang penting para nasabah bisa jelas kepada siapa nanti menuntut uang mereka agar kembali,” papar Ana.

Sementara itu mekanisme pengembalian uang nasabah akan dilakukan secara bertahap. Berdasarkan pasal 4, pengurus telah menyetujui KSP Intidana mengembalikan uang kepada kreditur secara bertahap.

Tahapan pertama mengembalikan dengan nominal 5 juta dibayarkan mulai bulan ke 13 melalui transfer. Tahap dua, nomial 5 juta-10 juta dibayarkan mulai bulan ke 19. Tahap tiga, nominal 10 juta-25 juta dibayarkan mulai bulan ke 25. Tahap empat, nominal 25 juta-50 juta dibayarkan pada bulan ke 37. Tahap 5, nominal 50 juta akan dibayarkan di bulan ke 61 melalui transfer. (Bj24)