Home Headline Krebo Minta Pembangunan di Desa Dilaksanakan dengan Padat Karya

Krebo Minta Pembangunan di Desa Dilaksanakan dengan Padat Karya

394

UNGARAN, 14/6 (Beritajateng.net) – Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Bambang Kusriyanto (Krebo) minta pelaksanaan pembangunan di pedesaan terutama yang bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi dilaksanakan dengan sistem Padat Karya. Permintaan tersebut didasari pada banyaknya masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19.

Bantuan keuangan provinsi yang akan segera dicairkan diakui realisasi pencairannya terlambat tidak seperti biasanya. Hal ini disebabkan adanya pandemi Covid-19. Namun demikian pihaknya memastikan anggaran tersebut tidak dialihkan untuk penanganan Pandemi tersebut.

“Saya sudah bicarakan persoalan ini dengan gubernur dan disampaikan bahwa bantuan keuangan provinsi tidak digeser untuk penanganan Covid-19,” ungkapnya saat silaturahmi dengan Kepala Desa se Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang di Banaran Coffee Bawen (14/6). Silaturahmi yang dihadiri ibu ibu Penggerak PKK di masing masing desa tersebut juga dihadiri Camat Bancak Febru Suryanto dan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Semarang Daryanto dan Agus Budiyono.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto menyerahkan secara simbolis bantuan Masker untuk masing masing desa

Krebo memahami beberapa pekerjaan yang dilakukan di desa tidak bisa semuanya dilakukan dengan sistem padat karya. Namun demikian politisi PDI Perjuangan ini mengharapkan seandainya dilaksanakan oleh pihak ketiga maka beberapa pekerjanya bisa diambilkan dari masyarakat setempat.

“Seperti pengaspalan jalan misalnya, beberapa pekerjanya tolong diambilkan dari masyarakat setempat,” pintanya.

Ketua Hamong Projo Kecamatan Bancak Sjaichul Hadi menyambut baik rencana Pemprov Jateng yang akan segera mencairkan dana Bantuan Keuangan Provinsi tersebut. Pihaknya juga siap melaksanakan program tersebut dengan melibatkan masyarakat terdampak Covid-19.

“Kami mohon kalau bisa pencairan tersebut segera dilaksanakan mengingat saat ini sudah bulan Juni. Kalau sampai mendekati akhir tahun tentunya kami juga kerepotan,” bebernya.

Sementara itu Anggota DPRD Kabupaten Semarang Agus Budiyono mengatakan, beberapa program pembangunan fisik yang anggarannya berasal dari APBD Kabupaten Semarang tahun 2020 ini digeser untuk penanganan Covid-19. Dia berjanji akan memprioritaskan program yang digeser tersebut di APBD 2021.

“Saya akan prioritaskan anggarannya di APBD 2021. Pembangunan fisik 2020 memang digeser untuk penanganan Covid-19,” Janji Agus Budiono yang diamini Daryanto.

(NK)