Home Headline Krebo Minta Kades Bangun Komunikasi Untuk Maksimalkan Pembangunan Desa

Krebo Minta Kades Bangun Komunikasi Untuk Maksimalkan Pembangunan Desa

334
Ketua DPRD Jateng Bambang Krebo (tengah) diapit Wabup Semarang Ngesti Nugraha (kiri) dan Ketua DPRD Kab Semarang Bondan Maruto Hening.

UNGARAN, 18/6 (Beritajateng.net) – Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Bambang “Krebo” Kusriyanto minta jajaran Kepala Desa untuk meningkatkan komunikasi dengan pemerintahan di atasnya untuk memaksimalkan pembangunan di desa. Menurutnya komunikasi yang baik adalah kunci suksesnya pembangunan.

“Saya minta temen temen Kades menjalin komunikasi yang baik dengan pak Wakil (Wakil Bupati Semarang), Ketua DPRD Kabupaten Semarang dan saya (Ketua DPRD Jateng). Karena dengan komunikasi yang baik banyak program yang bisa dilaksanakan untuk mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya pada silaturahmi Ketua DPRD Jateng dengan Kades se Kecamatan Pringapus, di The Wujil Convention and Resort, Wujil Kabupaten Semarang, Rabu (17/6) malam. silaturahmi ini juga dihadiri Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Maruto Hening dan Camat Pringapus Gustomo Hartanto.

Krebo menjelaskan, dirinya merasa bersyukur bisa menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah bahkan menduduki jabatan Ketua Dewan. Dengan jabatan yang disandangnya, dia minta agar para kepala desa tidak segan segan menyampaikan masukan terkait pembangunan di desa. Selain itu di Pemprov Jateng banyak program yang bisa dilaksanakan di desa di Kabupaten Semarang.

“Berkat dukungan njenengan semua saya saat ini bisa menjabat ketua DPRD. Silahkan manfaatkan saya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Penyerahan Bantuan Masker Kain oleh Wabup Semarang Ngesti Nugraha diterimakan kepada Kades Jatirunggo Fauzan dan diikuti seluruh kades dan ketua tim penggerak PKK se Kec Pringapus

Pada kesempatan tersebut Krebo juga menyampaikan informasi tentang perkembangan Dana Bantuan Provinsi untuk desa yang sudah ditunggu tunggu masyarakat. Menurutnya dana banprov tersebut akan segera dicairkan dalam waktu dekat ini.

“Saya banyak mendapat pertanyaan dari temen temen kades terkait dana Banprov. Informasi dari gubernur (Ganjar Pranowo), dana Banprov tersebut akan segera dicairkan dan sampai sekarang tidak ada pergeseran untuk penanganan Covid-19,” bebernya.

Menurut Krebo, setelah dana Banprov itu cair, para Kades diminta untuk menggunakan anggaran tersebut sesuai peruntukannya dengan melibatkan masyarakat khususnya warga yang terdampak Pandemi Covid-19.

“Saya minta kalau sudah cair segera dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat terutama warga terdampak Covid-19 dengan sistem Padat Karya,” paparnya.

Saat ini, tambah Krebo, masyarakat merasakan dampak yang luar biasa dengan adanya pandemi Covid-19. Banyak warga yang dirumahkan atau bahkan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dari industri industri di Jawa Tengah. Tidak itu saja, hampir semua perekonomian warga terpukul akibat pandemi tersebut.

Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, di masa pandemi Covid-19 kegiatan fisik yang bersumber dari APBD Kabupaten Semarang digeser untuk penanganan Covid-19. Namun demikian dia berjanji program program yang digeser tersebut akan menjadi prioritas di tahun 2021 mendatang.

“Pembangunan fisik tahun 2020 ini semuanya digeser untuk penanganan Covid-19. Namun demikian akan menjadi prioritas di tahun 2021 mendatang,” katamya.

Beberapa program pembangunan yang cukup besar yang akan difokuskan di tahun 2021 mendatang diantaranya pembangunan ruang terbuka hijau di Kec. Kalongan dan Kec Sumowono. Disamping dua program tersebut ada lagi yakni pembangunan desa wisata Lerep. Serta penataan pasar Bandungan.

“Silahkan kalau para kades ini punya usulan pembangunan lainnya di Kecamatan Pringapus,” pungkasnya.

(NK)