Home Headline Krebo : Jabatan Ketua DPRD Tidak Akan Merubah Gaya Hidup

Krebo : Jabatan Ketua DPRD Tidak Akan Merubah Gaya Hidup

615

AMBARAWA, 21/6 (Beritajateng.net) – Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Bambang Kusriyanto menegaskan, jabatan sebagai ketua dewan tidak akan merubah gaya hidup dirinya dari sebelumnya. Hal tersebut disampaikan dalam Silaturahmi dengan jajaran Kepala Desa dan Tim Penggerak PKK Desa se Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang, Minggu (21/6).

“Dari dulu sampai sekarang gaya saya ya tetap begini tidak ada yang berubah. Jabatan itu tidak boleh merubah gaya hidup seseorang. Istilahnya naik kelas,” ungkapnya di salah satu rumah makan di Ambarawa.

Politisi yang akrab disapa Krebo ini menjelaskan, ketika masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Semarang selama 3 periode dirinya selalu menjalin silaturahmi non formal dengan para Kepala Desa di dapilnya. Komunikasi yang dilakukan yakni dengan model “Kucingan” yang berarti Kumpul, Crito (cerita), Mangan (makan). Pola ini dirasakan Krebo besar sekali manfaatnya untuk menyerap aspirasi tanpa harus dibatasi aturan protokoler.

“Pola komunikasi yang saya kembangkan ya model “kucingan”. Model seperti ini akan terus saya kembangkan dengan teman teman kepala desa di seluruh Kabupaten Semarang,” jelasnya.

Penyerahan secara simbolis Masker Kain untuk desa dan foto bersama Ketua DPRD Jateng dengan Kades se Kec Banyubiru

Dengan komunikasi yang baik, jelas Krebo, kepala desa bisa mengakses banyak program pembangunan. Tidak saja yang ada di Pemprov Jawa Tengah namun juga yang anggarannya bersumber dari APBD Kabupaten Semarang bahkan yang berasal dari pusat (kementerian).

“Kita punya Wakil Bupati (Ngesti Nugraha) dan Ketua DPRD Kabupaten (Bondan Marutohening). Komunikasi dengan mereka juga harus tetap terjalin dengan baik,” katanya.

Menanggapi pertanyaan yang banyak terlontar dari kepala desa dalam pertemuan tersebut terkait pencairan anggaran Bantuan Provinsi (Banprov) untuk desa yang sampai saat ini belum dilaksanakan, Krebo mengatakan, Banprov untuk desa akan segera dicairkan dan dipastikan tidak digeser untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Saya paham dengan dialihkannya pembangunan fisik dari kabupaten untuk penanganan Covid-19 maka Banprov ini sangat ditunggu. Cuma saya minta kalau sudah cair dilaksanakan dengan baik dan menggunakan sistem Padat Karya,” pintanya.

Krebo berpesan, terkait pencairan Banprov ataupun aspirasi yang berasal dari pihaknya dijamin tidak ada potongan serupiahpun. Bahkan kalau ada orang yang mengatakan bisa membantu mencairkan dengan imbalan tertentu, para Kades diminta untuk berani menolak dan kemudian melaporkan pada dirinya.

“Saya jamin tidak ada potongan. Kalau ada yang mau makelari dengan dalih mempercepat proses ditolak saja dan laporkan ke saya,” pungkasnya.

(NK)