Home Headline KPU Kota Semarang Launching Pilwakot 2020

KPU Kota Semarang Launching Pilwakot 2020

301
KPU Kota Semarang Launching Pilwakot 2020

Semarang, 18/11 (BeritaJateng.net) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang meluncurkan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2020 di Gedung Balai Kota Semarang.

Launching ini menandakan sudah dimulainya tahapan Pilwakot 2020 yang rencananya berlangsung pada 23 September 2020.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom memaparkan, tahapan penandatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara KPU dan Pemkot sudah dilakukan pada Oktober lalu.

Tahapan terdekat yakni melakukan sosialisasi terkait pencalonan perseorangan yang rencananya akan dilakukan pada November ini.

Menurutnya, sosialisasi ini menjadi hal yang penting lantaran proses pencalonan perseorangan pada Pilwakot kali ini agak sedikit berbeda dengan Pilwakot 2015 lalu.

“Bedanya, proses pencalonan perseorangan pada Pilwakot 2020 lebih panjang dibanding pada 2015. Kalau Pilwakot 2015, pencalonan perseorangan dan jalur partai barengan. Kali ini, perseorangan harus verifikasi dulu. Juka lolos baru daftar,” jelas Nanda, sapaan akrabnya.

Karena itu, melalui sosialisasi yang gencar pihaknya ingin mendorong masyarakat dari lapisan manapun yang memiliki kapasitas dan kemampuan untuk dapat mencalonkan diri.

Disamping itu, sosialisasi terkait Pilwakot terhadap masyarakat juga menjadi hal yang tidak terlupakan agar partisipasi masyarakat dalam Pilwkot tinggi.

Saat ini, KPU memang belum menentukan target partisipasi masyarakat dalam Pilwakot 2020. Meski demikian, dia berharap tingkat partisipasi masyarakat bisa lebih tinggi dibanding Pilwakot 2015.

“Partisipasi belum menentukan target karena kami masih menunggu dari KPU Pusat. Tapi tentunya kami berharap diatas 70 persen karena pada Pilwakot 2015 lalu tingkat partisipasi masih dibawah 70 persen,” paparnya. Selanjutnya, tahapan perekrutan badan adhoc juga menjadi hal yang mulai dipikirkan.

Setidaknya KPU membutuhkan 580 tenaga badan adhoc tingkat kecamatan dan 531 tenaga badan adhoc tingkat kelurahan yang rencananya akan mulai perekrutan pada Januari mendatang.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mewakili Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, yang tak dapat hadir dalam launching tersebut, mengimbau para camat dan jajarannya harus mengetahui tahapan-tahapan Pilwakot.

Ada beberapa tahap yang membutuhkan partisipasi camat, diantaranya pembentukan badan adhoc baik tingkat kecamatan maupun kelurahan dan penetapan daftar pemilih tetap (DPT).

“Ini yang harus diperhatian teman-teman camat,” tandasnya.

Lebih lanjut, sosialisasi kepada masyarakat juga dibutuhkan peran serta semua pihak agar tingkat partisipasi Pilwakot 2019 ini bisa melampaui Pemilu 2019. “Siapaun calonnya kami harap partisipasi tinggi. Minimal sama seperti Pilpres yakni 82 persen,” imbuhnya. (El)