Home Lintas Jateng KPID Imbau Media Tak Condong Salah Satu Paslon di Pilkada 2020

KPID Imbau Media Tak Condong Salah Satu Paslon di Pilkada 2020

252
Komisioner Penindakan dan Pembinaan KPID Jateng, Sonaka Yuda Laksono

Semarang, 25/11 (BeritaJateng.net) – Komisi Penyiaran Indonesia (KPID) Jawa Tengah mengingatkan admin media sosial (medsos) untuk meninggalkan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang.

Seiring berkembangnya teknologi, penggunaan medsos menjadi hal yang harus diantisipasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah selama proses Pilkada berlangsung.

Komisioner Penindakan dan Pembinaan KPID Jateng, Sonaka Yuda Laksono mengingatkan para admin medsos untuk berhati-hati dalam memposting segala hal yang berkaitan dengan Pilkada.

Jika postingan kurang terkontrol, hal tersebut akan dapat membuat alam demokrasi kurang segar. Hingga akhirnya dapat menimbulkan pertikaian di kalangan masyarakat.

“Tolong teman-teman admin medsos atau pegiat lain untuk lebih mengedepankan bahwa kontestasi ini biasa saja.

Lalui saja tanpa perlu menyakiti salah satu pihak,” imbaunya, usai memberikan sosialisasi Strategi Media dalam Menangkal Hoax yang diselenggarakan oleh KPU Kota Semarang di Hotel Grandhika.

Tak hanya kepada admin medsos, Sonaka juga mengingatkan para media untuk tidak berpihak kepada paslon.

Ia menyebutkan, hal yang kerap terjadi saat pesta demokrasi yakni siaran iklan kampanye yang keluar dari jadwal yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Di beberapa Pilkada sebelumnya, ada topengan iklan. Misalnya, dalam liputan kinerja petahana yang terus diliput oleh media. Kami berharap itu tidak terjadi lagi. Iklan dan liputan harus berimbang,” tandasnya.

Selain ketidakberimbangan, penyebaran berita hoax juga akan terus diantisipasi saat Pilkada serentak 2020.

Komisioner KPU Jateng, Diana Aryanti mengatakan, untuk menangkal berita bohong pada Pilkada nanti, KPU akan menggandeng beberapa pihak antara lain Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Kominfo Jawa Tengah, dan Diskrimsus Polda Jateng.

“Kami tidak punya kemampuan checker karena itu kami berelasi dengan mereka yang punya kapasitas dan kapabilitas menangkal hoax dan Diskrimsus Polda Jateng yang berwenang menangani hukum,” terangnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom mengatakan, masa kampanye Pilkada 2020 ini selama 71 hari.

Menurutnya, masa tersebut merupakan masa yang disinyalir berita hoaks akan beredar. Karena itu, sedini mungkin ia menyosialisasikan kepada para media untuk menangkal hoax agar Pilkada Kota Semarang 2020 berjalan lancar.

“Pada saat kampanye, 71 hari nanti, disinyakur hoax bisa saja beredar. Karena itu, kami mengajak media untuk menangkal berita-berita hoax,” katanya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here