Home Headline Kota Semarang Terima Bantuan Beras 30 Ton dari Panitia Imlek Nasional

Kota Semarang Terima Bantuan Beras 30 Ton dari Panitia Imlek Nasional

Ketua PSMTI Jawa Tengah Dewi Susilo Budiharjo menyerahkan Bantuan Beras Dari Panitia Imlek Nasional kepada Pemerintah Kota Semarang diterima Sekda Kota Semarang Ir. Iswar Aminudin MT

Semarang, 10/4 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Semarang menyambut baik datangnya bantuan sosial dari berbagai pihak dan menyakini hal itu sebagai wujud keguyuban bersama.

Demikian diungkapkan Sekda Kota Semarang Ir. Iswar Aminudin MT saat menerima bantuan sosial dari Panitia Imlek Nasional berupa 30 ton beras dan 6 ribu masker di aula panti sosial penyandang autis milik Dinas Sosial Kota Semarang di Banyumanik.

Iswar menyebut sebuah kota yang baik dibangun tidak saja oleh pemerintahnya melainkan dibangun secara bersama-sama dari berbagai unsur.

“Hal ini menjadi wujud nyata hadirnya kepedulian kepada masyarakat, bahwa disana ada kehadiran pemerintah, ada kehadiran penguasaha,” ungkapnya.

Bantuan yang datang dengan tagline pengusaha peduli NKRI kali ini merupakan bantuan tahap pertama untuk kota Semarang. “Bantuan akan disalurkan kepada warga di 16 kecamatan. Proses penyaluran langsung dikawal Dinas Sosial sehingga penerima bantuan sudah sesuai data dan tepat sasaran,” kata Iswar.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Jawa Tengah Dewi Susilo Budiharjo mengatakan lembaga organisasinya ditunjuk sebagai koordinator bantuan sosial untuk seluruh wilayah Jawa Tengah. Dewi menyebut bansos beras akan disalurkan merata ke 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah dengan total 2.200 ton beras dan ribuan masker.

“Semarang menjadi kota penyerahan bantuan yang ketiga. Sebelumnya kami telah melaksanakan tugas penyaluran bansos ini diantaranya di Kota Salatiga dan Demak. Daerah lain menyusul dan kami akan koordinasi langsung dengan pemerintah daerah setempat,” jelas Dewi.

Semangat besar yang ingin digelorakan melalui aksi ini kata Dewi adalah semangat silaturahmi yang nyata dari keluarga besar Tionghoa di seluruh Indonesia. “Tahun ini kami tidak merayakan imlek, sebagai gantinya kami alihkan menjadi bantuan sosial.Dalam situasi ini kami ingin hadir bertemu saudara-saudara langsung melalui bantuan sosial ini,” pungkas Dewi. (Shin/El)