Home Headline Korupsi Pengelolaan RTH Kota Semarang Rugikan Uang Negara Rp1,2 Miliar

Korupsi Pengelolaan RTH Kota Semarang Rugikan Uang Negara Rp1,2 Miliar

Ilustrasi

image

Semarang, 26/6 (Beritajateng.net)-
Aparat Polrestabes Semarang umumkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Tengah terkait kasus korupsi program pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) Kota Semarang TA 2012. Berdasarkan hasil audit, kerugian mencapai sebesar Rp1,2miliar.

Setelah menentukan kerugian, nantinya dalam waktu dekat Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) akan ada tersangka lain selain mantan Kepala Bidang Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Semarang, Sujadi.

“Audit BPKP Jawa Tengah sudah keluar. Kerugiannya Rp1,2miliar,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin, saat ditemui di Polrestabes Semarang, Jumat (26/6).

Burhanudin menambahkan dalam kasus yang ditanganinya baru menetapkan satu tersangka, yang  kini menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Semarang.

“Dalam proyek tersangka berperan sebagai kuasa pengguna anggaran sebesar Rp3,8miliar,”imbuhnya.

Meskipun penyidik sudah menetapkan tersangka, namun belum dilakukan penahanan dikarenakan yang bersangkutan kooperatif.

“Tersangka belum ditahan meskipun beberapa kali diperiksa. Penahanan tidak mutlak karena pelaku kooperatif,”ungkapnya.

Burhanudin, memastikan akan ada tersangka baru menyusul Sujadi. Penyidik sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti, tinggal menaikkan tahap penyelidikan ke penyidikan atas calon tersangka baru ini.

“Tersangka terbukti terlibat secara langsung (korupsi). Memerintahkan,” ujarnya.

Saat ditanya, Burhanudin tidak membantah terkait calon tersangka baru dari kalangan PNS Pemerintah Kota Semarang.

“Ya nanti pasti ketahuan. Yang pasti kita telusuri terus, tidak jauh-jauh, masih satu paket,” ungkapnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto, mengungkapkan dalam waktu dekat masih fokus melengkapi berkas perkara tersangka Sujadi.

“Kita fokus lengkapi berkas perkara dulu agar nantinya kalau selesai bisa langsung dilimpahkan ke kejaksaan,”pungkasnya.

Diketahui, kasus korupsi yang terjadi di lingkungan DKP itu melibatkan 7 kegiatan diantaranya masing- masing pemeliharaan sarana dan prasarana taman kota, pemeliharaan taman – taman, pemeliharaan simpanglima, pemeliharaan dekorasi kota, pengelolaan ruang terbuka hijau, pemeliharaan pohon turus pelindung jalan, studi kelayakan dan Detailed Engineriing Design (DED).

Pada 7 kegiatan itu, tersangka meminjam bendera beberapa CV di Kota Semarang dikatakan sebagai rekanan proyek. Namun, hasil penyelidikan polisi, aneka CV itu ternyata tidak pernah melaksanakan kegiatan proyek – proyek itu. Tersangka pada kasus ini diketahui sudah pernah mengembalikan uang yang dikorupsi itu Rp251 juta pada 2013 silam. (BJ04)