Home Headline Korban Hanyut Ditemukan di Bendungan Sungai

Korban Hanyut Ditemukan di Bendungan Sungai

Mayat Sohirin yang hanyut 10 hari lalu.
Mayat Sohirin yang hanyut 10 hari lalu.

* Upaya Pencarian Korban Hanyut si Penambang Batu selama 10 hari

Batang, 26/2 (BeritaJateng.net) – Berakhir sudah pencarian selama kurang lebih hampir 10 hari dalam mencari jenazah korban hanyut di sungai Kalikutho Gringsing.

Korban diketemukan oleh seorang warga dalam kondisi mengenaskan dibawah dekat pintu air sebuah bendungan Kedungasem sungai Kalikutho, Kamis (26/2).

Korban hanyut (Sohirin-Red) yang sudah hilang sejak sepuluh hari terakhir merupakan warga RT 01 RW 01 Desa Mentosari Kecamatan Gringsing ini kali pertama diketemukan oleh Sumardi (51) warga setempat.

Menurut penuturan Sumardi, saat itu dirinya tengah jalan-jalan menikmati udara sambil menelesuri sepanjang pinggir sungai Kalikutho. Sesampainya di sebuah bendungan, saat istrirahat dirinya mencium bau busuk seperti bangkai.

Karena penasaran, dirinya langsung mencari sumber bau busuk tersebut. Sontak dirinya kaget tidak kepalang. Sebab bau busuk tersebut bersumber dari sesosok mayat yang ada di bawah pintu air sebuah bendungan tersebut.

“Awalnya saya penasaran dengan bau busuk itu. Yang membuat saya lebih kaget lagi adalah adanya sesosok mayat dengan posisi telungkup. Selain itu, jenazah masih mengenakan kaos doreng dengan celana hitam,” ujar Sumardi.

Beberapa menit setelah apa yang diketemukannya, ia segera langsung memberitahukan kejadian tersebut dan melaporkan ke pihak Kepala Desa setempat dan dilanjutkan ke petugas Polsek Gringsing. Sebab, ciri-ciri jenazah mayat korban seperti salah seorang warga yang sudah hilang sejak 10 hari terakhir ini.

Sementara itu, Kapolsek Gringsing AKP Achmad Al Munasifi ketika di konfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Bersama sepuluh anggotanya dengan di bantu warga sekitar, pihaknya langsung meluncur ke lokasi penemuan.

“Mendapat laporan dari warga, jika ada penemuan mayat di bendungan sungai Kalikutho. Setelah dievakuasi ternyata warga mengenali tubuh jenazah korban, yang tidak lain adalah jenazah Sohirin yang hilang dan hanyut beberapa hari kemarin,” terangnya.

Usai di evakuasi petugas kepolisian, tim medis yang sudah siap sedia langsung memeriksa jenazah korban untuk memastikan ada tidaknya luka yang ada di tubuh jenazah korban. Namun setelah dilakukan pemeriksaan tim medis tidak diketemukannya tanda-tanda penganiayaan.

“Kondisi tubuh korban sudah membengkak, sebagian kulit banyak yang terkelupas. Hal itu dikarenakan jenazah sudah berhari-hari di dalam air juga diduga terbentur bebatuan sungai,” imbuh Kapolsek.

AKP Achmad Al Munasifi menambahkan pihaknya sedikit merasa lega, sebab jenazah korban hanyut yang hilang telah diketemukan. Atas penemuan ini, setelah di bersihkan dan diperiksa tim medis, jenazah diserahkan ke pihak keluarga korban untuk segera di makamkan. (BJ19)