Home Headline Korban Banjir Sukoharjo Butuh Air Bersih

Korban Banjir Sukoharjo Butuh Air Bersih

warga bersihkan sisa banjirSukoharjo,22/1 (Beritajateng.net) – Meskipun banjir mulai surut sejak Sabtu (21/2/2015) kemarin, namun Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Suprapto, menyatakan status siaga darurat bencana masih tetap diberlakukan sampai akhir Februari besuk.

Suprapto tetap menghimbau kepada warga untuk tetap waspada akan bahaya banjir yang setiap saat bisa saja terjadi karena masih berpotensi terjadinya banjir susulan. Bahkan sejauh ini pihak BPBD tetap berkoordinasi dengan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) untuk memantau kondisi cuaca.

“Status siaga bisa diperpanjang sesuai dengan kondisi. Intensitas hujan tinggi status  siaga darurat bencana masih berlaku, ” jelasnya kepada wartawan di Sukoharjo, Sabtu (21/2/2015) kemarin.

Pasca banjir, sejumlah lokasi pengungsian di wilayah Sukoharjo yang sempat dihuni ribuan warga yang mengungsi, terlihat sepi. Semua warga sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun warga mengeluhkan kurangnya air bersih untuk untuk membersihkan rumah, memasak dan dan mandi.

Sumarni, warga Grogol mengaku kesulitan mendapat  air bersih karena sumur miliknya masih terlihat keruh dan kotor. Padahal sudah diberikana kaporit dan tawas untuk membersihkan air sumur yang kotor.

“Sumurnya belum bersih (bening), padahal sudah saya kasih tawas dan kaporit. Masih nunggu bantuan air bersih,” ungkap Sumarni.

Sementara itu untuk keperluan minum dan memasak, Sumarni dan juga warga sekitarnya harus  membeli air isi ulang galonan. Harganya sekitar Rp. 4000 per galonnya. (BJ24)