Home Nasional Kontroversi Pabrik Semen, Antara Jalan Kaki Rembang-Semarang dengan Doa Bersama 4000 Warga

Kontroversi Pabrik Semen, Antara Jalan Kaki Rembang-Semarang dengan Doa Bersama 4000 Warga

Sebanyak 4000 warga Rembang gelar doa bersama mendukung berdirinya pabrik Semen.

REMBANG, 08/12 (BeritaJateng.net) – Sebagai bentuk dukungan pembangunan pabrik Semen Indonesia, sebanyak 4000 warga yang tinggal di Kecamatan Gunem dan Bulu, Kabupaten Rembang, adakan doa istigosah serta aksi orasi dan teatrikal. Acara doa bersama dan istigosah tersebut, dilakukan ribuan warga di pintu masuk pabrik PT. Semen Indonesia yang letaknya di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, mendukung agar pembangunan pabrik berjalan dengan lancar.

Acara diawali dengan aksi teatrikal pemuda, tentang manfaat keberadaan pabrik semen di Rembang. Pantonim tentang sinergitas perusahaan, warga yang saling mengisi dan mendukung untuk kebaikan bersama. Selain itu, aksi orasi dukungan terhadap pabrik semen tersebut, juga dilakukan ribuan warga yang berasal dari Desa Kadiwono, Tegaldowo, Timbrangan, Pasucen dan Kajar.

Dengan adanya pabrik semen tersebut, mereka berharap dapat memberi manfaat kepada warga, khususnya warga Kabupaten Rembang. Mereka juga berharap, pabrik segera selesai pembangunannya dan dapat segera beroperasi.

“Kami berharap, pabrik semen ini dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat buat warga. Kami mendukung pembangunan pabrik ini, dengan diadakan doa bersama dan istigosah,” ujar Suharti, salah seorang warga, Kamis (08/12/2016).

Menurut warga sekitar pabrik semen tersebut, dengan adanya pabrik semen di wilayahnya, memberikan manfaat bagi warga, khususnya dapat mendorong penurunan jumlah pengangguran. “Kami mendukung sampai pabrik beroperasi, sebab dengan adanya pabrik semen tersebut, pengangguran di wilayah sekitar pabrik jauh berkurang,” kata Waid, warga asal Tegaldowo, Kabupaten Rembang.

Acara doa bersama dan istigosah selesai, Warga dengan tertib kembali menuju desa masing-masing. Diakhir acara seluruh warga yang hadir secara serempak membacakan ikrar dan melakukan penandatanganan dukungan terhadap beroperasinya pabrik Rembang.

Para petani pegunungan Kendeng berjalan kaki dari Gunem Rembang ke Semarang menempuh jalan sejauh 150km untuk menyuarakan aspirasi agar pabrik semen segera ditutup.
Para petani pegunungan Kendeng berjalan kaki dari Gunem Rembang ke Semarang menempuh jalan sejauh 150km untuk menyuarakan aspirasi agar pabrik semen segera ditutup.

Sementara itu, aksi penolakan pembangunan pabrik semen juga diutarakan beberapa warga dengan berjalan kaki dari Rembang ke Semarang. Dengan membawa bendera Merah Putih para petani pegunungan Kendeng menyuarakan aspirasi dan menggugah hati masyarakat dengan aksi long march dari Gunem, Rembang hingga Semarang sejauh 150 km.

Mereka meminta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk segera melaksanakan putusan Mahkamah Agung dengan mencabut izin lingkungan pabrik Semen di Rembang dan menghentikan total aktivitas di pabrik semen. (ED/EL)