Home Lintas Jateng Konsumen Padati SPBU Di Cilacap

Konsumen Padati SPBU Di Cilacap

Antrean BBM jelang kenaikan harga (dok)

Cilacap, 17/11 (BeritaJateng.Net) – Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin malam, dipadati konsumen pengguna kendaraan roda dua dan empat atau lebih pascapengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi oleh pemerintah.

Dari pantauan, puluhan kendaraan roda dua dan empat atau lebih tampak memadati SPBU Damalang sehingga menimbulkan antrean yang cukup panjang serta mengakibatkan kemacetan arus kendaraan dari arah Jalan Gatot Soebroto, Jalan S. Parman, maupun Jalan Suprapto.

Padahal, beberapa menit sebelum pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi pada pukul 21.00 WIB, situasi di SPBU tersebut tampak lengang.

Salah seorang warga Cilacap, Rahmat mengaku dapat dengan leluasa membeli premium untuk sepeda motornya sekitar pukul 20.50 WIB.

“Sebelum pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi, suasana SPBU Damalang sangat lengang sehingga saya sangat leluasa saat membeli premium. Namun saat lewat depan SPBU Damalang pascapengumuman, telah terjadi antrean,” katanya.

Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Gumilir yang mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas di Jalan Perintis Kemerdekaan terutama dari arah pusat kota Cilacap.

Sementara di SPBU Karangkandri, antrean kendaraan konsumen yang hendak membeli BBM tidak sampai memacetkan arus lalu lintas di jalur utama penghubung Cilacap dan Yogyakarta.

Kepadatan antrean kendaraan hanya terkonsentrasi di area SPBU karena ruas jalan Cilacap-Yogyakarta masih dalam perbaikan.

Akan tetapi kondisi tersebut berbeda dengan antrean kendaraan di SPBU Cantelan yang mengakibatkan kemacetan di ruas jalur utama Cilacap-Yogyakarta.

Bahkan, sejumlah truk pengangkut pasir yang sebelumnya telah masuk garasi, kembali dikeluarkan oleh sopirnya untuk ikut mengantre BBM di SPBU Cantelan.

Salah seorang sopir, Gino mengaku sengaja mengeluarkan truk dari garasi hanya sekadar untuk mendapatkan solar dengan harga yang masih murah.

“Selisih harganya kan lumayan, sehingga besok tidak terlalu merugi kalau beli solarnya sekarang karena seperti biasanya, pascakenaikan harga BBM pasti barang-barang lainnya akan turut naik,” katanya.

Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama sejumlah menteri pada hari Senin (17/11), pukul 21.00 WIB, mengumumkan harga BBM bersubsidi naik Rp2.000 per liter yang berlaku sejak hari Selasa (18/11), pukul 00.00 WIB.

Dengan demikian, harga premium naik dari Rp6.500 per liter menjadi Rp8.500 per liter dan solar bersubsidi naik dari Rp5.500 per liter menjadi Rp7.500 per liter. (ant/pri)