Home Headline Komplotan Maling Spesialis Rumah Diringkus

Komplotan Maling Spesialis Rumah Diringkus

Pelaku mempraktekkan cara membuka gembok.
Pelaku mempraktekkan cara membuka gembok.
Pelaku mempraktekkan cara membuka gembok.

Semarang, 28/1 (BeritaJateng.net) – Jajaran Polsek Tembalang Polrestabes Semarang berhasil meringkus komplotan pencuri spesialis rumah dan warung. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti alat yang dipergunakan untuk kejahatan.

Dua pelaku yang diamankan diketahui bernama Sutiman (45) Warga Kedung Dolog RT 5 RW 2 Kelurahan Banyumeneng Kecamatan Mranggen dan Budi Setiawan (25) Warga Noreh Kecamatan Karangawen Demak. Keduanya hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif tim Reskrim Polsek Tembalang.

Kepada polisi Sutiman mengaku untuk membuka gembok pintu, ia hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit dengan menggunakan kunci L.

“Untuk membuka gembok paling tidak sampai satu menit,” ujar Sutiman, Rabu.

Sutiman juga mengaku berkat keahliannya membuka gembok, ia bersama rekannya Budi Setiawan telah berhasil menggasak sedikitnya 3 rumah dan berhasil menggasak-gasak barang-barang yang di dalamnya.

“Saya pakai kunci L, dan sudah tiga kali melakukan pencurian,” tuturnya lagi.

Kapolsek Tembalang Kompol Priyo Utomo mengatakan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari laporan korban pemilik warung yang warungnya dibobol maling dengan cara dicongkel gembok warungnya.

“Dari laporan itu kemudian kita lakukan penyelidikan dan berhasil mengarah ke pelaku,” ujar Priyo.

Setelah berhasil mengidentifikasi pelaku, jajaran Reskrim langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap keduanya berikut barang bukti berupa Honda Mega Pro H 3593 AJ, 1 tongkat Kayu, 1 linggis kecil, 1 pahat kecil, 2 anak pahat, 2 kunci L yang pipih.

“Tersangka Sutimin ternyata seorang residivis dalam kasus yang sama di Mapolres Demak, kalau dari cara membuka gembok, pelaku memang sudah terbiasa dan sangat ahli, ini kita akan kembangkan kasusnya. Dan untuk sementara ini pelaku kita jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkas Kapolsek. (BJ04)