Home Headline Komplotan Curanmor Kelompok Lampung Dibekuk

Komplotan Curanmor Kelompok Lampung Dibekuk

Kapolres Banyumas, AKBP Gidion Arif Setyawan menunjukkan barang bukti hasil curanmor komplotan Lampung.

Purwokerto, 6/9 (BeritaJateng.net) – Jajaran Polres Banyumas berhasil membekuk komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kelompok Lampung yang telah ratusan kali melancarkan aksinya di wilayah Banyumas. Hanya saja, dari 190 unit kendaraan bemotor yang dicuri, Polres Banyumas baru bisa mengamankan 5 motor.

Kapolres Banyumas, AKBP Gidion Arif Setyawan mengatakan, ada enam pelaku yang diamankan petugas, yaitu LH, I, AY, A, ES dan EM yang semuanya merupakan warga Lampung. Aksi pencurian sepeda motor ini sudah dilakukan sejak bulan Januari 2016.

“Baru enam unit sepeda motor yang kita amankan, aksi curanmor sendiri dari pengakuan pelaku sudah dilakukan sebanyak 190 kali di wilayah Banyumas,” kata Gidion, Selasa (6/9).

Dalam melancarkan aksinya, komplotan curanmor Lampung ini hanya membutuhkan waktu sekitar 3 menit untuk membawa kabur motor. Bahkan, tidak hanya sepeda motor biasa yang jadi sasaran pencurian, motor besar yang memiliki kunci pengaman ganda juga bisa mereka curi dengan mudah.

Kecepatan dalam melakukan aksi pencurian ini, membuat kerja komplotan Lampung sangat efektif. Dalam satu TKP, mereka bisa membawa kabur empat sepeda motor sekaligus. Dari hasil pengembangan, aksi curanmor ini sudah dilakukan di wilayah Purwokerto Timur sebanyak 86 kali, di wilayah Purwokerto Utara sebanyak 86 kali, dan di wilayah Purwokerto Selatan 20 kali.

Sepeda motor hasil curian tersebut dijual dengan harga Rp 1,8 juta untuk motor matic dan Rp 3,5 juta untuk motor besar. Motor-motor tersebut dijual ke daerah Pangandaran, Jawa Barat. Masing-masing mempunyai peran sendiri-sendiri, ada yang bertugas memantau sepeda motor target curian, kemudian ada yang mengambil motor tersebut dan ada yang mengantarkan sampai ke lokasi penjualan motor di Pangandaran.

“Kita berhasil menangkap para pelaku ini juga atas kerjasama dengan Polres Cirebon dan Pangandaran dan kita masih berupaya terus untuk menyelamatkan 185 sepeda motor hasil curanmor lainnya,” kata Kapolres.

Hanya saja, otak dari komplotan curanmor kelompok Lampung ini masih dalam pencarian. Penadah motor curian juga masih dalam pengejaran pihak berwajib. Dari pengakuan pelaku, hasil curanmor terbanyak dilakukan saat bulan Ramadhan lalu, di sejumlah rumah makan, toko dan parkiran kompleks kampus. Pencurian dilakukan selepas Adzan Magrib, saat semua sibuk berbuka puasa. (BJ33)