Home Headline Komjen Budi Gunawan Calon Terkuat Jadi Kapolri

Komjen Budi Gunawan Calon Terkuat Jadi Kapolri

image

Semarang, 4/1 (BeritaJateng.net) – Setelah mengangkat KSAU dan KSAL baru, Presiden Jokowi diharapkan pada pekan ini bisa segera mengirimkan nama Kapolri baru ke Komisi III DPR, sehingga di tahun baru, Polri akan tampil dengan Kapolri baru.

Hal tersebut disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Minggu. Menurutnya, dengan adanya Kapolri baru diharapkan Polri bisa menjalankan konsep Revolusi Mental presiden baru Joko Widodo.

“Pada pekan ini DPR sudah mengakhiri masa resesnya, sehingga 12 Januari
2015 sudah mulai melakukan kerja legislatif. Jika Presiden mengirimkan
nama Kapolri baru pada pekan ini, tentunya pada pekan depan Komisi III
bisa segera memproses uji kelayakan dan kepatutan,” ujar Neta.

Lebih lanjut Neta mengatakan, jajaran Polri bisa solid dalam menentukan Kapolri baru. Solid seperti TNI dalam menetapkan KSAL dan KSAU.

“Jangan seperti ayam yang saling berebut dan saling patuk, tapi harus seperti bebek yang baris teratur saat masuk kandang. Artinya para senior harus berjiwa besar menerima kehadiran juniornya sebagai Kapolri baru hasil pilihan Presiden,” tambahnya.

Dengan demikian lanjut Neta, Akpol 81 dan 82 yang angkatannya sudah menjadi Kapolri dan Wakapolri, bisa rela dan berjiwa besar untuk melicinkan jalan kader Akpol 83 menjadi Kapolri
Baru.

“IPW mendapat info bahwa Komjen Budi Gunawan dari Akpol 83 sebagai calon kuat untuk Kapolri baru yang akan dipilih Presiden Jokowi dan namanya diserahkan ke Komisi III untuk uji kepatutan dan uji kelayakan. Jika Budi Gunawan menjadi Kapolri tugas-tugas berat sudah menantinya,” ujarnya.

Tugas-tugas berat itu menurut Neta antara lain Budi harus segera melakukan konsolidasi organisasi agar Polri bisa segera menerapkan Revolusi Mental yang membawa perubahan konkrit pada sikap, prilaku dan kinerja kepolisian.

“Selain itu Budi harus mendorong Kejaksaan Agung maupun pemerintah
Jokowi agar segera melakukan eksekusi pada terpidana mati narkoba. Bagaimana pun Polri punya tanggung jawab moral menuntaskannya, sebab
ditahap awal Polri yang memproses kasusnya,” tambahnya lagi.

Dengan adanya eksekusi tersebut ujar Neta  diharapkan ada efek jera bagi bandar narkoba internasional untuk
mempecundangi Indonesia. Kedekatan Budi Gunawan dengan pemerintahan
Jokowi akan menguntungkan Polri, terutama dalam pengembangan kinerja
maupun daya dukung anggaran kepolisian. Meskipun memiliki kedekatan dengan pemerintah diharapkan Budi dapat membawa Polri tetap netral dan profesional.

“Artinya, kasus-kasus korupsi yang melibatkan aparatur pemerintah tetap harus diproses Polri. Dengan demikian Polri akan tetap dipercaya masyarakat,” pungkasnya.  (BJ)

Advertisements