Home Headline Komite MAN 1 Semarang Kembalikan Uang Pungutan 484 Siswa Baru

Komite MAN 1 Semarang Kembalikan Uang Pungutan 484 Siswa Baru

Komite sekolah MAN 1 Semarang mengembalikan uang pungutan kepada wali murid

** Pihak Sekolah Kembalikan Lebih dari Rp. 400 Juta Uang Pungutan Siswa Baru

Semarang, 29/6 (BeritaJateng.net) – Pasca tinjauan Ombudsman terkait dugaan adanya pungutan liar terhadap peserta didik baru, pihak sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Semarang akhirnya mengembalikan uang pungutan 484 siswa baru kepada wali murid, Rabu (29/6) siang.

Pengembalian uang pungutan yang diklaim pihak sekolah sebagai sumbangan ini disaksikan langsung oleh Kepala Ombudsman RI Kantor Perwakilan Jawa Tengah, Achmad Zaid.

Pihak madrasah sendiri sudah mengakui khilaf atas kekeliruan prosedur dan bersikeras mengaku tidak ada niatan untuk melakukan pungutan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Akhmad Su’adi, Kasi Kesiswaan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah. “Ya kan salahnya karena ini bukan keputusan komite. Kalau sudah ada keputusan komite ya tidak masalah,” ungkap Su’aidi.

Ia menambahkan bahwa pihak sekolah sudah beriktikad baik dengan meminta maaf dan mengembalikan uang tersebut. Menurutnya hal ini bisa dijadikan pelajaran agar tidak sampai terulang.

Dia menambahkan, sumbangan bagi madrasah memang dibolehkan dan ada aturannya dalam peraturan Dirjen Pendidikan Islam tahun 2016 pasal 22 ayat 4. “Nah kesalahannya itu karena belum jadi siswa tapi sudah ada sumbangan,” imbuh Su’aidi.

Pihak sekolah mengembalikan uang pungutan kepada wali murid.
Pihak sekolah mengembalikan uang pungutan kepada wali murid.

Ia juga menambahkan bahwa sumbangan tentu saja tidak terikat dengan jumlah dan batas waktu. Apabila ada jumlah tertentu yang diwajibkan dengan batas waktu pembayaran maka ini adalah pungutan. Tetapi apabila dengan jumlah tertentu tersebut sudah disepakati maka tidak ada lagi masalah.

Total dari pungutan yang diterima dari wali siswa sekitar Rp 400 juta. Uang tersebut berasal dari 484 siswa yang diterima di MAN 1 Semarang. Awalnya uang itu dimaksudkan untuk membayar pembebasan lahan di sekitar gedung madrasah yang memakan biaya hingga Rp 2,5 m sehingga disarankan kepada orang tua siswa menyumbang minimal Rp. 2,5 juta.

Seperti yang diutarakan salah seorang wali murid, Onding Sutopo (49). Menurut pria yang berasal dari desa Godong Purwodadi ini pihaknya mengaku keberatan saat menemani putranya mengikuti tes wawancara masuk MAN 1 Semarang, pasalnya ia secara langsung disodori rekap biaya pembangunan dan pembebasan lahan sekolah dan dengan dalih sumbangan ia diminta untuk mengisi nominal sumbangan.

“Pas tes wawancara masuk MAN ini, saya disodori kertas dan diminta sumbangan sukarela. Yang saya ndak setuju adalah karena anak saya belum tentu diterima tapi sudah dimintai sumbangan, bahkan dengan nominal minimal Rp. 2,5 juta. Itu minimal loh pas gurunya bilang, makanya biar anak saya masuk ya saya sumbang lebih,” tuturnya.

Onding mengaku lega setelah pihak sekolah mengakui kesalahan dan mengembalikan uang pungutan kepada wali murid. “Sudah lega akhirnya dikembalikan. Kalau masalah sumbangan, saya ikhlas kalau harus berinfaq demi pembangunan sekolah putra saya, hanya saja sesuai kemampuan dan tidak di patok nominal justru lebih baik,” lanjutnya. (Bj05)