Home Ekbis Komisi II DPR RI Sidak, Pengusaha  Karak Curhat

Komisi II DPR RI Sidak, Pengusaha  Karak Curhat

Komisi II DPR RI Bambang Riyanto

Sukoharjo, 2/3 (BeritaJateng.net) – Tingginya harga beras di pasaran membuat banyak mesyarakat dan juga pemilik UKM skala kecil mengeluh. Salah satunya adalah pembuat kerupuk gendar atau kerupuk Karak di Desa Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah. 

Penghasil krupuk berbahan beras ini mengeluh pada anggota Komisi II DPR RI Bambang Riyanto yang melakukan sidak di sejumlah Sentra Usaha Kecil menengah (UKM) yang berbahan baku beras jika kondisi tersebut terus berlangsung bisa mengancam kelangsungan usahanya.

Kepada Bambang Riyanto, Mawarni mengaku keberatan dengan naiknya harga beras. Setiap harinya dirinya selalu menghabiskan beras sebanyak 60 kilo. Harga beras sebagai bahan baku pembuatan karak sudah melonjak di harga Rp. 11.500 dari harga sebelumnya  Rp 8 ribu perkilo.

“Jadi naiknya beras membuat ongkos produksi jadi ikut naik,” keluhnya di Sukoharjo Jawa Tengah, Senin (2/3/2015).  

Padahal jelas Mawarni, harga jual karaknya tidak bisa ikut naik.  Solusinya dengan terpaksa  mencampur bahan baku beras dengan beras jenis menir. Yang dipasaran seharga  Rp 6 ribu.

Setelah mendengarkan beberapa keluhan dari masyarakat Bambang Riyanto yang pernah menjabat sebagai Bupati Sukoharjo dua periode ini  berjanji akan merumuskan hasil sidak untuk menjadi suatu usulan kepada pemerintah.

“Dari serangkaian peninjauan langsung pada masyarakat bawah, kedepan pemerintah dianggap perlu memberikan subsidi terhadap jenis UKM tertentu. Salah satunya adalah pengusaha karak,” jelasnya.

Sebab bukan hanya kenaikan harga beras saja yang menjadi kendala bagi produsen karak. Kenaikan harga lainnya seperti gas elpiji juga ikut mempengaruhi usahanya.

“Kedepan regulasi pengaturan serta penyaluran beras oleh bulog perlu ditinjau ulang. Agar tidak ada lagi kenaikan harga beras yang cukup tinggi,” pungkasnya. (BJ24)