Home Hiburan Komisi E: Jadikan Sangiran Sebagai Destinasi Wisata Edukasi Utama

Komisi E: Jadikan Sangiran Sebagai Destinasi Wisata Edukasi Utama

gema gedung berlian

SEMARANG, 27/5 (BeritaJateng.net) – Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Moh Zen ADV mengharapkan agar sekolah dan perguruan tinggi menjadikan situs Sangiran sebagai destinasi utama pariwisata edukasi dan kebudayaan. Hal ini dinilai lebih bermanfaat dibanding wisata belanja atau sekedar refreshing.

Nilai edukasi dan budaya kawasan ini dinilai sangat tinggi sehingga sudah selayaknya dibuat sebagai pusat kajian dan penelitian peradaban manusia purba.

“Sampai sekarang di Sangiran masih terus ditemukan fosil manusia dan binatang purba. Ini bukti di kawasan ini terdapat pusat peradaban yang harus diteliti,” ungkapnya, Rabu (27/5)

Lebih lanjut Zen mengatakan, Situs Sangiran mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia sehingga banyak turis mancanegara yang mengunjungi kawasan bersejarah ini.

“Pemkab Sragen dan Karanganyar serta Pemprov Jateng harus memfasilitasi agar situs ini dikelola dan dikembangkan lebih baik terutama sebagai pusat kajian dan penelitian,” jelasnya.

Di Situs Sangiran saat ini terdapat lebih dari 22.000 fosil manusia dan binatang purba yang diperoleh tim arkeologi maupun masyarakat setempat pada area seluas 53 kilometer. Fosil fosil tersebut diperkirakan sudah berusia lebih dari 1,5 juta tahun.

Politisi PKB ini menambahkan, saat ini infrastruktur kawasan Situs Sangiran masih jauh dari ideal. Hal ini terlihat antara lain beberapa fasilitas pendukung yang belum memadai seperti tempat parkir kurang luas dan tidak rapi, toilet cuma ada beberapa buah dan kebersihannya kurang,

“Infrastruktur jalan menuju lokasi terutama yang dari Surakarta masih banyak yang rusak dan berlobang. Kondisi ini cukup mengganggu wisatawan,” jelasnya.

Senada dengan Zen, anggota Komisi E lainnya Sri Marnyuni mengatakan, ditemukannya banyak fosil manusia dan hewan purba di Situs Sangiran menunjukkan bahwa di lokasi ini sudah ada masyarakat yang mendiami dan berinteraksi satu sama lain.

“Tidak menutup kemungkinan di tempat ini juga menjadi pusat peradaban pada waktu itu,” katanya.

Oleh karena itu dirinya mendukung kalau Situs Sangiran menjadi laboratorium khusus untuk penelitian masalah manusia dan hewan purba, serta menjadi pusat pariwisata edukasi dan budaya. (BJ13)