Home Lintas Jateng Komisi D Dorong Perumka Mereaktivasi Jalur KA Semarang-Jogja

Komisi D Dorong Perumka Mereaktivasi Jalur KA Semarang-Jogja

Semarang, 23/12 (Beritajateng.net) Reaktivasi jalur kereta api Semarang -Jogja diharapkan dapat terwujud sesuai rencana yakni paling lambat tahun 2016 mendatang.

Jalur KA yang menghubungkan dua ibu kota provinsi ini dipandang sebagai jalur yang sangat vital karena lalu lintasnya sangat padat.

Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Alwin Basri mengungkapkan, reaktivasi jalur KA Semarang-Jogja memiliki nilai yang sangat strategis guna mengurai kepadatan lalu lintas pengguna jalan yang menghubungkan kedua provinsi.

“Jalur Semarang-Jogja sangat padat. Disana banyak angkutan berat terutama truk pasir. Kedepan kami menginginkan angkutan pasir menggunakan kereta api,” jelasnya kepada berita jateng, Selasa (23/12).

Kalau konsep ini bisa berjalan, jelas Alwin, maka kwalitas jalan Semarang-Jogja akan terus baik dan tidak mudah rusak. Setiap hari di jalur sibuk ini dilalui ratusan truk pengangkut pasir yang memiliki bobot sangat berat dan disinyalir merupakan penyebab terbesar kerusakan jalan.

Reaktivasi jalur KA yang saat ini sedang dalam penyelesaian adalah jalur Kedung Jati Kabupaten Grobogan sampai Tuntang. Berdasar pantauan Komisi D yang dilakukan hari Senin kemarin, kondisi pembangunan rel sudah mencapai 80 persen.dan ditarget selesai dan bisa dioperasikan pada bulan Agustus 2015.

Pembangunan kembali jalur kereta api Semarang -Jogja dibagi dalam beberapa tahap yakni
dari Kota Semarang-Kedungjati Kabupaten Grobogan-Tuntang Kab. Semarang, Ambarawa Kab. Semarang-Magelang dan Magelang-hingga Jogja.

“Proses pembangunan jalur Kedungjati- Tuntang relative tidak mengalami kendalai berarti. Sehingga lebih didahulukan proses pembangunannya. Untuk Tuntang, Ambarawa sampai Jogja saat ini juga sudah proses. Diharapkan bisa selesai 2016,” kata politisi PDIP itu.

Dia mengatakan, proses revitalisasi jalur Tuntang-Jogja relative lebih banyak masalah, karena banyak lahan milik PT KA yang sudah dipergunakan masyarakat ataupun digunakan untuk fasilitas umum.

Proyek pembangunan rel KA ini menggunakan dana APBN  tahun 2014 sebesar Rp 600 M. Untuk DED dan sosialisasi mengunakan dana APBD Provinsi Jateng. (Nur/bj)

Advertisements