Home News Update Kolonel Inf Arris Syamsu: Pemahaman Ideologi Harus Ditanamkan Sejak Dini

Kolonel Inf Arris Syamsu: Pemahaman Ideologi Harus Ditanamkan Sejak Dini

SOLO, 22/8 (BeritaJateng.net) – Raut wajah bangga tergambar dalam raut wajah puluhan veteran yang hadir dalam rangkaian acara peringatan hari Kemerdekaan RI ke 71 dan Hari Veteran Nasional yang sudah ditetapkan pemerintah dan jatuh setiap tanggal 10 Agustus.

Sebagai rasa syukur para veteran mengemasnya dalam acara silaturahmi sesama anggota Legiun Veteran Surakarta. Bahkan acara silaturahmi tersebut juga dihadiri langsung oleh Kolonel Inf Arris Syamsu yang saat ini menjabat sebagai Staff Ahli Pangdam IV Diponegoro bidang Ideologi yang secara kebetulan hadir karena beliau juga berdomisili di kota Solo.

Seperti diketahui Kolonel Aris Syamsu mendapatkan tanda kehormatan “Bintang Legiun Veteran RI” dari Dewan Pimpinan Pusat Ligiun Veteran RI yang diserahkan langsung oleh Ketua Daerah Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jawa Tengah, MA Munadjat.

Pemberian tanda kehormatan pada anggota TNI aktif ini sebagai bentuk penghargaan karena berperan aktif terhadap eksistensi dan keberadaan para veteran. Selain Kolonel Arris Syamsu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, mantan Walikota Semarang 1990-2000 H. Sutrisno Suharto juga mendapatkan penghargaan serupa.

Arris menyampaikan dirinya merasa haru dengan apa yang disematkan para veteran kepadanya. Dirinya mengaku apa yang selama ini dilakukannya belum seberapa. Keutuhan NKRI merupakan harga mati, berjuang mempertahankan bangsa dan negara.

“Justru perjuangan beliau para veteran ini yang dulu berjuang pertaruhkan nyawa mempertahankan NKRI,” jelasnya kepada Beritajateng.net Senin (22/8/2016).

Jiwa Nasionalisme pejuang terdahulu menurut Arris patut di contoh. Terlebih lagi saat ini jiwa nasionalisme mulai berkurang dan memudar. Sehingga sesegera mungkin ditumbuhkan kembali. Agar perpecahan tidak timbul di bumi pertiwi.

“Saya tanamkan pada diri saya bahwa Veteran harus diletakkan pada posisi yang terhormat, karena veteran inilah yang dulu berjuang membela tanah air,” tegas Arris.

Pria asal Makassar ini juga mengatakan saat ini sebagai penerus tinggal berjuang untuk mempertahankan keutuhan bangsa dan negara. Dan sebagai prajurit TNI Angkatan Darat dimana dirinya berdinas harus siap diterjunkan dimanapun tempatnya. Termasuk masuk dalam wilayah konflik.

“Sebagai prajurit TNI memiliki loyalitas tegak lurus ke atas dan satu komando. Apapun yang diperintahkan pimpinan harus dilaksanakan,” paparnya.

Arris yang sudah belasan tahun mengabdi dan mengemban beragam tugas dan jabatan sebagai prajurit TNI Angkatan Darat ini sudah merasakan pahit getirnya perjuangan sebagai prajurit.

Salah satunya saat dirinya bertugas di daerah konflik. Sebelum masuk ke wilayah yang rawan konflik prajurit diberikan pembekalan terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi dan kebiasaan masyarakat setempat.

Pada kesempatan tersebut, Arris juga memberikan pemahaman ideologi terkait nasionalisme pada masyarakat di daerah konflik sangat susah sekali.

Biasanya masyarakat sudah terdoktrin dengan pendahulunya. Karena itu saat prajurit TNI tiba harus perlahan tanpa kekerasan namun pasti harus bisa mengambil hati masyarakat setempat. Baru kita bisa masukkan pemahaman ideologi nasionalisme pada mereka.

“Untuk itu kita datang ke sana, kita beli hatinya (ambil hatinya) agar mereka bisa percaya sama kita. Baru pelan-pelan kita bisa masukkan itu (pemahaman ideologi),” ungkap pria yang pernah menjabat sebagai Kasdem Warastratama Surakarta.

Menurut Arris penanaman ideologi juga harus dibarengi dengan membelajaran nilai sejarah. Namun kadang di wilayah konflik itu memiliki sejarah sendiri. Sayangnya lagi saat ini banyak anak muda yang sudah tidak tahu tentang sejarah.

“Itu yang harus dirubah. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai sejarah bangsanya,” pesan Aris. (BJ)

Advertisements