Home Nasional KNKT Investigasi Penyebab Wings Air Tergelincir di Bandara Semarang

KNKT Investigasi Penyebab Wings Air Tergelincir di Bandara Semarang

Preskonferen terkait tergelincirnya pesawat Wings Air di Runway 31 Bandara A. Yani Semarang.

Semarang, 26/12 (BeritaJateng.net) – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi penyebab kecelakaan tergelincirnya pesawat Wing Air jenis ATR 72-600 rute Bandung-Semarang milik PT. Lion Group di Bandara International Ahmad Yani Semarang.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Soerjanto Cahyono menyampaikan bahwa insiden tergelincirnya Pesawat ATR 72-600 dengan nomer penerbangan IW 1896 rute Bandung-Semarang milik PT. Lion Group pada hari Minggu 25 Desember 2016 pukul 18.28 WIB adalah masuk dalam kategori kecelakaan. Pihaknya tengah melakukan investigasi dengan mengumpulkan data seperti kondisi pesawat, navigasi bandara, rekaman kotak hitam atau black box dan kesuluruhan data-data terkait insiden tersebut.

“Terkait dengan terjadinya insiden tergelincirnya pesawat Wings Air, KNKT hari ini melakukan investigasi dengan mengumpulkan data-data seperti keadaan dan kelayakan pesawat, navigasi bandara, dan data-data lain untuk mengetahui terjadinya insiden ini,” tuturnya saat prescon di Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

Menurutnya, saat pendaratan overshoot di runway 31, kondisi cuaca dalam keadaan hujan dengan intensitas ringan, bahkan pesawat dikonfirmasi layak terbang. Untuk itu, KNKT melakukan investigasi mendalam terhadap BMKG, pihak bandara dan kru pesawat.

Ia menjelaskan bahwa kerusakan terberat terjadi pada roda pendarat utama sebelah kanan patah dan kerusakan lain pada bagian bawah pesawat yang mengalami kerusakan. Tak hanya itu, bagian propeler juga mengalami kerusakan karena saat mendarat menyentuh rumput dan tanah. “Posisi pendaratan kebetulan dekat dengan fire stasion sehingga pesawat tidak mengalami kebakaran,” katanya.

Evakuasi Pesawat Wings Air berakhir pukul 6 pagi, pesawat kemudian diparkir di sisi utara di Apron baru yang rencananya akan diresmikan. “Evakuasi dilakukan dengan susah payah, sejak pukul 18.30 hingga pukul 06.00 WIB. Selanjutnya mulai pukul 08.00 WIB bandara A. Yani sudah beroperasional normal kembali,” katanya. (AK/EL)

Advertisements