Home Hiburan Klangenan Sastra Lewat Pembacaan Puisi Agoes Dewa

Klangenan Sastra Lewat Pembacaan Puisi Agoes Dewa

P_20150612_210654_20150613114700112

Semarang, 13/6 (BeritaJateng.net) – Penyair Semarang Agoes Dhewa membacakan puisi-puisi yang pernah dituliskannya mulai era 1980-an di Galeri Gallery Semarang dalam suasana yang penuh nostalgia.

Galeri yang beralamat di Jalan Bougenville Raya II Nomor 26, Perumahan Sendangmulyo, Semarang, Jumat (12/6) malam, yang terletak di pinggiran kota dipenuhi tamu dari berbagai kalangan.

Deretan seniman dan budayawan hadir, antara lain Ketua Dewan Kesenian Semarang (Dekase) Mulyo Hadi P, budayawan St Sukirno yang juga mantan Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

Kemudian, penyair Handry TM, Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro Semarang Agus Maladi Irianto, dan pendiri Teater Lingkar Semarang Suhartono atau akrab disapa Maston.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi dan Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi juga tampak pada pementasan puisi di galeri milik jurnalis Teguh Hadi Prayitno itu.

Agoes Dhewa yang puisinya bertema lingkungan hidup pernah dianugerahi penghargaan Kalpataru pada 1984 itu memulai pementasannya dengan membacakan puisinya berjudul “Atas Nama Manusia”.

“Perjalanan Menjelang Larut. Matahari Luka Merah Jingga…,” itulah sepenggal puisi berjudul “Atas Nama Manusia” yang dibacakan Dhewa diiringi teatrikal yang dibawakan Teater Lingkar.

Tepuk tangan para hadirin selalu menyambut di setiap Dhewa memungkasi puisi demi puisi yang dibacakannya, antara lain “Kereta Untuk Istriku (Andrianti Sarjana) dan Doa (Bagi Ibuku Rusminatun).

Pemilik Galeri Gallery Teguh Hadi Prayitno mengungkapkan kegiatan pembacaan puisi itu berawal dari sekadar ngobrol yang ternyata disambut baik kawan-kawan seniman dan merealisasikannya.

Meski galerinya jauh dari pusat kota, kata dia, banyak kawannya, dari seniman, budayawan, dan berbagai kalangan masyarakat menyempatkan hadir mengapresiasi puisi, sekaligus bernostalgia.

Seraya mengutip pernyataan salah satu rekannya, Teguh menyebut galerinya itu sebagai rumah tanpa kunci yang merupakan penggambaran siapapun dipersilakan untuk berapresiasi di galerinya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendi mengapresiasi pembacaan puisi yang ternyata sekaligus menjadi ajang bertemunya para seniman dan budayawan Semarang dalam suasana yang penuh kehangatan.

“Saya menyambut baik dan mengapresiasi adanya pertemuan semacam ini,” katanya, seraya memuji proses kehidupan kepenyairan yang dilalui Agoes Dhewa yang juga pernah menjadi jurnalis.

Pada kesempatan itu, Hendi juga menyempatkan menjajal kemampuannya membacakan puisi berjudul “Surat Seorang Wali Kota Untuk Thomas Karsten” yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.

Di beberapa sudut galeri itu juga dipajang sejumlah puisi Agoes Dhewa, di antaranya “Sajak 23 Juni” yang dibuatnya pada 1989, “Pulang (Episode Ranjang Pengantin)”, dan “Wanita (Episode Tulang Rusuk)”. (Bj05)