Home Headline Kirab Merah Putih Semarakkan Haul Habib Hasan

Kirab Merah Putih Semarakkan Haul Habib Hasan

Kirab Bendera Merah Putih Tumbuhkan Rasa Cinta NKRI
        SEMARANG, 23/2 (BeritaJateng.net) – Di Kota Semarang memiliki banyak tokoh besar yang memiliki sejarah panjang, seperti Kiai Bustaman, Kiai Terboyo dan Ki Ageng Pandanaran. Tetapi ada satu tokoh besar lain yang jarang disebut publik. Tokoh itu adalah Habib Hasan bin Thoha bin Muhammad bin Yahya.
        Habib Hasan dikenal sebagai seorang ulama dan pejuang garang ketika bertempur melawan penjajah Belanda. Ia mendapat julukan Singo Barong. Habib Hasan juga memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga keraton Jogjakarta, karena ia menantu Sultan Hamengku Buwono II dan ipar Hamengku Buwono III. Sehingga ia mendapatkan gelar Raden Tumenggung Sumodiningrat, Pati Lebet Kerajaan Mataram atau kerap disebut Syekh Kramat Jati.
         Habib Hasan dilahirkan dari pasangan Habib Thoha bin Muhammad Al-Qadhi bin Yahya dengan Syarifah Fathimah binti Husain bin Abu Bakar bin Abdullah Al-Alydrus sekitar tahun 1736 Masehi. Sedangkan wafat pada tahun 1818 Masehi dan dimakamkan di Jalan Duku, Kelurahan Lamper Kidul, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, tepatnya di belakang Java Mall.
           Atas dasar itulah, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bakal menjadi Ketua Panitia Acara Haul Habib Hasan bin Thoha bin Muhammad bin Yahya yang akan digelar di Jalan Duku Kelurahan Lamper Kidul, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang pada Rabu, 28 Februari 2018 mendatang. Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi juga bertekad mewujudkan makam Habib Hasan bin Thoha bin Muhammad bin Yahya menjadi salah satu tempat wisata religi.
          “Sejarah beliau (Habib Hasan, red), telah mewarnai kehidupan bangsa. Ini akan membuat kami semangat. Ini menjadi bagian nguri-nguri sejarah bangsa. Akan kami agendakan sebagai wisata religius,” kata Hendi dalam rapat panitia haul Habib Hasan Bin Thoha Bin Yahya, di ruang pertemuan Wali Kota Semarang.
          Ditunjuk Ketua I, Komandan Kodim 0733/BS Semarang; Ketua II, Kapolrestabes Kota Semarang; Ketua III, Kepala Kemenag Kota Semarang; dan Sekretaris Umum, Letkol Reza Anom. Sedangkan untuk Ketua Panitia Organizing Committee (OC), Hendi menunjuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminuddin MT. Kepanitiaan haul kali ini, merupakan perpaduan antara pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat.
           Haul Habib Hasan Bin Thoha ini bertujuan untuk melestarikan tradisi warisan para leluhur, tertanamnya nilai-nilai moral kepahlawanan, terciptanya stabilitas bangsa dan keharmonisan, serta turut berperan aktif dalam menumbuhkan kecintaan negara Indonesia dan budaya. Haul ini mengusung tema “Dengan Haul Habib Hasan bin Thoha, Berdzikir dan Bersalawat Kita Ciptakan Kedamaian untuk Menjaga Kesatuan dan Persatuan NKRI.”
         Kegiatan ini, akan dimeriahkan dengan Kirab Merah Putih dari Makam Habib Hasan, Jalan Duku Kelurahan Lamper Kidul, Kecamatan Semarang Selatan, dengan rute Jalan Tentara Pelajar, Jalan MT Haryono, Jalan A Yani dan finish Simpanglima. Rencananya kirab Merah Putih akan diikuti pelajar di Kota Semarang, Anggota Paskibraka, Satpol PP, dan drumband.  Akan ada serah terima bendera Merah Putih dari ulama kepada umaro, dalam hal ini Wali Kota Semarang.
          Ulama kharismatik dari Pekalongan, Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, menyatakan bahwa Habib Hasan juga mendapatkan gelar Syaikhul Islam di Tanah Jawa, mendapatkan jabatan Senopati Agung Ing Mataram dan menjadi Pati Lebet yang mengurusi semua hal di Keraton Mataram.
        “Sejarah perjuangan Habib Hasan bin Thoha bin Yahya dalam melawan penjajah Belanda perlu diteladani. Di antara perjuangan beliau adalah mengalahkan penjajah saat pertempuran di Pekalongan tahun 1206 H/1785 M,” katanya.
           Habib Luthfi juga mengungkapkan bahwa dalam strategi tempur, sangat banyak jasanya. Habib Hasan mampu membombardir terhadap hal yang dilakukan Daendels dan Raffles (penjajahan Belanda/Perancis dan Inggris, red) sampai ke barat berbatasan Jawa Tengah, sehingga beliau mendapatkan gelar Singo Barong. Masyarakat kala itu, sangat menyukai bertempur melawan penjajah bersama Habib Hasan bin Thoha bin Muhammad bin Yahya.
           “Kirab merah putih ini, kita mengajak memperingati untuk pejuang. Kirab merah putih ini untuk membangkitkan rasa memiliki merah itu,” tandas Habib Luthfi.
          Serah terima bendera merah putih dari ulama kepada umaro, menunjukkan ada tanggung jawab ulama terhadap umaro. “Ulama bertanggung jawab terhadap umaro,” imbuh Habib Luthfi.
           Haul ini juga akan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesian Raya dan pembacaan teks Pancasila. “Banyak yang tak hapal lagu kebangsaan Indonesian Raya dan pembacaan teks Pancasila, padahal itu ikrar. Lagu hanya sebagai seremonial belaka kurang dipahami. Padahal di dalam lagu tersebut, kaya akan budi pekerti yang tak dipahami anak-anak,” tambah Habib Luthfi. (El)