Home Ekbis Kinerja Perbankan di Surakarta Meningkat

Kinerja Perbankan di Surakarta Meningkat

Solo, 4/12 (Beritajateng.net) – Kinerja perbankan di wilayah eks-Keresidenan Surakarta, Jawa Tengah, mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan positif sektor ekonomi di daerah tersebut, kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo Ismet Inono.

“Secara umum kinerja perbankan di wilayah eks-Keresidenan Surakarta masih terus mengalami peningkatan, dan pada bulan Oktober 2014, indikator utama perbankan mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya,” katanya di Solo, Kamis.

Ia mengatakan total aset perbankan tumbuh 18,85 persen, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 14,89 persen, dan kredit atau pembiayaan tumbuh 17,27 persen.

Hampir seluruh sektor ekonomi mengalami pertumbuhan dalam penyaluran kredit, kecuali sektor real estate persewaan.

Pertumbuhan kredit tertinggi terjadi pada kredit modal kerja yang tumbuh 25,49 persen.

Dia mengatakan kredit investasi tumbuh cukup tinggi, yaitu 21,33 persen, sedangkan penyaluran kredit konsumsi tumbuh 0,03 persen.

Ismet Inono mengatakan dalam penyaluran kredit modal kerja (KMK) di wilayah eks-Keresidenan Surakarta pada Oktober 2014, sektor konstruksi mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi sebesar 8,99 persen atau meningkat Rp48,76 miliar dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Pertumbuhan itu, katanya, terutama untuk perluasan usaha konstruksi perumahan (tipe di atas 70) di luar wilayah eks-Keresidenan Surakarta.

Ia mengatakan kredit investasi (KI) pada Oktober 2014 tercatat Rp8,01 triliun atau mengalami sedikit peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat Rp7,99 triliun.

Dominasi penyaluran KI, katanya, masih pada sektor industri pengolahaan, perdagangan besar dan eceran, serta penyediaan akomodasi dan makanan serta minuman.

Dia mengatakan pada Oktober 2014, peningkatan KI terbesar pada sektor penyediaan akomodasi dan makanan serta minuman, dengan peningkatan mencapai Rp29,43 miliar.

Peningkatan tersebut, katanya, di antaranya terkait dengan investasi yang berupa pembangunan hotel berbintang di Kota Solo dengan peningkatan Rp18,1 miliar.(ant/pj)

Advertisements