Home Ekbis Kinerja BPR BKK Kendal Buruk

Kinerja BPR BKK Kendal Buruk

Semarang, 12/10 (BeritaJateng.net) – Komisi C DPRD Jateng menyesalkan kondisi BPR BKK Kendal Kota yang kinerjanya per September 2016 masih buruk. Untuk itu, kalangan dewan meminta pemprov lebih serius membenahi bank milik pemprov dan Pemkab Kendal itu sehingga bisa bangkit dari keterpurukan.

Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah Asfirla Harisanto mengungkapkan, Ia mengaku sangat kecewa saat menyimak kinerja maupun rasio keuangan BPR BKK Kendal Kota seperti posisi kredit macet yang sangat tinggi mencapai Rp 8,173 miliar dari tota kredit Rp 19 miliar lebih.

“Kami jujur ngelus dodo, bagaimana fungsi pengawas, apa tidak bekerja. Perlu pembenahan menyeluruh dan proses hukum terhadap oknum-oknum nasabah bahkan orang dalam, agar bank ini dapat diselamatkan,” katanya, Rabu (12/10).

Dari hasil diskusi juga terungkap ada direksi BPR BKK Kendal Kota belum pernah mengikuti pendidikan manajemen risiko yang wajib bagi pejabat bank. Karena itu, Anggota Komisi C Bambang Eko Purnomo meminta Biro Perekonomian Setda Jateng untuk menggelar pendidikan managemen risiko bagi semua pejabat BPR milik Pemprov Jateng.

“Kami kira Biro Perekonomian perlu itu sekaligus mengaudit direksi BPR milik Pemprov Jateng yang belum mengenal MR (manajemen risiko) agar mereka punya kompetensi menjalankan bisnis bank,” ujar Bambang.

Untuk diketahui, per September 2016 BPR BKK Kendal Kota membukukan aset sebesar Rp 28,647 miliar, kredit yang disalurkan mencapai Rp 19,952 miliar. Sedangkan rasio keuangannya terdiri antara lain capital adequacy ratio (CAR) minus 0,69%, return on asset (ROA) juga minus 1,38% dan biaya operasionalnya di angka 108,31% atau tidak efisien. Kredit bermasalahnya pun sangat tinggi mencapai 49,97%:

Melihat kinerja BPR BKK Kendal Kota seperti itu, seluruh anggota Komisi C sepakat bahwa bank tersebut perlu disembuhkan melalui pembenahan menyeluruh. Karena, di dalamnya ada dana Pemprov Jateng (Rp 900 juta) dan dana Pemkab Kendal (Rp 1,77 miliar) atau modal yang sudah disetorkan harus diselamatkan. Pada tahun lalu, bank itu sudah merugi Rp 3,257 miliar dan per September tahun ini kerugian sudah mencapai Rp295,761 juta.

(BJ13)

Comments are closed.