Home Headline KH Muntako: Saya Malu Sebutan Demak Kota Wali Setiap Teman Bertanya

KH Muntako: Saya Malu Sebutan Demak Kota Wali Setiap Teman Bertanya

49
Ratusan Warga Datangi Kantor Bupati Demak Tuntut Penutupan Karaoke

“Jangan rusak kultur budaya Demak sebagai julukan Kota Wali”

Demak, 7/11 (BeritaJateng.net) – Dari hasil audensi antara warga Desa Botorejo dengan Bupati Demak terkait tidak ada tindakan tegas dari pemerintah selaku aparat penegakan Perda No 11 Tahun 2018 terkait larangan berdirinya tempat hiburan karaoke di Kota Wali, belum menghasilkan keputusan yang membuat hati masyarakat bahagia, padal jika mengaju pada hukum negara, sepenuhnya kewenangan tersebut ada ditangan Bupati. Hal tersebut dikatakan salah satu tokoh agama Desa Botorejo, KH Muntako (70), sesaat mengikuti audensi dengan Bupati.

“Permintaan kami dari awal hanya satu yaitu tutup karaoke di Kabupaten Demak, khususnya Botorejo,“ tegas tokoh agama Botorejo.

Sebagai warga Demak dirinya merasa malu lantaran selama ini kota tempat tinggalnya mendapatkan julukan sebagai Kota Wali oleh sebagian besar rakyat Indonesia kini telah tecoreng dengan adanya tempat hiburan karaoke.

“Terus terang saya malu jika ditanya soal karaoke di kota Demak ini oleh beberapa teman yang ada diluar kota, harusnya pemerintah dalam hal ini Bertindak tegas untuk memberantas kemaksiatan,” tutur KH Muntako.

Menurutnya selaku penegak Perda, Satpol PP Demak harus mengambil tindakan tegas atas terjadiya pengerusakan segel yang dilakukan pengusaha tempat karaoke, mengingat hampir semua tempat karaoke tersebut sudah dilakukan pemasangan garis Satpol PP dan stiker segel namun tidak membuat mereka jera malah semakin nekat tetap beroperasi tanpa ada rasa takut.

“Kenapa dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan tegas, jelas – jelas mereka sudah melakukan tindakan melawan hukum dengan merusak segel dan membuat pintu lain dibelakan dan samping bangunan,” tegas KH Muntako.

Sementara itu menaggapi hal tersebut, Bupati Demak M Natsir mengaku jika sudah menjalankan Perda sesuai dengan prosedur, pihaknya membenarkan jika sudah ada pengrusakan terhadap stiker segel dari Satpol PP, meski demikian kejadian tersebut sudah dilaporkan kepada pihak Kepolisian.

“Sudah kita laporkan ke Kepolisian dan hasilnya sementara menurut Satpol PP masih dilakukan penyelidikan,” terang Bupati Kota Wali. (BW/El)