Home Headline KH. Ahmad Baidlowi Tegur Bupati Demak Masih Banyak Tempat Karaoke Menjamur

KH. Ahmad Baidlowi Tegur Bupati Demak Masih Banyak Tempat Karaoke Menjamur

Pimpinan Pondok Pesantren Al hidayat Desa Temuroso, KH Ahmad Baidlowi.

Demak, 29/7 (BeritaJateng.net) – Tempat hiburan malam ( karaoke ) yang berada diKabupaten Demak masih berdiri kokoh dan terkesan tidak menggubris meskipun Perda No 11 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Hiburan di Kabupaten Demak sudah ada, namun sikap tegas dari pemerintah berupa pembubaran tempat karaoke tak kunjung dilakukan.

Akibat tidak tegasnya pemerintah daerah prihal tempat hiburan semakin menjamur, membuat salah satu tokoh ulama kondang di kota wali angkat bicara yang sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Al hidayat Desa Temuroso, KH Ahmad Baidlowi.

Dirinya mengaku dalam waktu dekat akan melakukan audiensi serta mengingatkan Bupati dan Wakil Bupati Demak akan keberadaan Karaoke yang semakin sulit dikendalikan.

“Persoalan ini kan sudah lama. Semestinya, sebelum menjabat, bupati juga sudah tau kalau ada Perda tempat hiburan. Mbok ya jangan dibiarkan,” ujar Gus Dlowi, saapaan akrab KH Ahmad Baidlowi, usai menghadiri acara pisah sambut Kapolres Demak.

Gus Dhowi yang juga sebagai Dewan Pembina Banser Kabupaten Demak tersebut menyayangkan ‘pembiaran’ yang dilakukan bupati demak. “Kita tidak turun ke jalan karena kita jaga kondusifitas masyarakat Demak. Kita ingin bertemu, duduk bersama untuk mengingatkan kembali keberadaan tempat karaoke yang sudah sangat meresahkan ini,” tambah Gus Dhowi.

Hingga saat ini, keberadaan tempat karaoke masih menjadi persoalan serius di tengah masyarakat Kota Wali. Bahkan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memberikan Pekerjaan Rumah (PR) khusus saat pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Demak, pada 24 Mei lalu.

“Saya sudah mengumpulkan semua tokoh-tokoh masyarakat dalam waktu dekat akan menghadap bupati dan wakil bupati membahas persoalan karaoke di kabupaten Demak, sementara tahapannya itu dulu, yang terpenting kita ketemu membahas ini dulu,” tutur Gus Dlowi. (WB/El)