Home DPRD Kota Semarang Ketua RT Ditahan Diduga Lakukan Pemerasan, Belasan Warga Kenconowungu “Wadul” Dewan

Ketua RT Ditahan Diduga Lakukan Pemerasan, Belasan Warga Kenconowungu “Wadul” Dewan

SEMARANG, 16/1 (BeritaJateng.net) – Belasan warga RT 02 RW 2 Jalan Kenconowungu 1, Kelurahan Karangayu Kecamatan Semarang Barat mengadukan terkait permasalahan dilingkungan warga setempat. Yakni masalah penarikan iuran sukarela warga setempat kepada salah satu warga pendatang baru yang berujung pada masalah hukum yang menimpa ketua RT setempat.

Dimana ketua RT setempat dipenjarakan oleh yang berwajib yang diduga melakukan pemerasan dan pemaksaan kepada salah satu warganya tersebut yakni Setiadi, sebesar Rp 5 Juta atas tunggakan tagihan kewajibannya membayar iuran rt selama dua tahun dimana dia tinggal yakni di RT 02 RW 2 Kelurahan Karangayu.

Hal tersebut disampaikan Tandi perwakilan warga RT 02 RW 2 Jalan Kenconowungu I, saat beraudiensi dengan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Joko Santoso, Wiwin Subiono dan anggota dewan Danur Rispriyanto, Senin (16/1).

Dikatakan Tandi, adapun kronologinya, kasus tersebut berawal dari pelaporan salah satu warga bernama Setiadi ke pihak berwajib bahwa dirinya merasa diperas untuk membayar iuran RT sebesar Rp 5 juta tersebut, dengan bukti surat pemberitahuan warga rt 2 rw 02 Kenconowungu. Pemberian surat tagihan iuran RT warga tersebut kepada yang bersangkutan karena menyatakan bahwa sudah pindah domisili ke rt 01 rw 02. Maka dari itu,sehingga warga sepakat untuk meminta iuran tunggakan sebesar Rp 5 Juta tersebut, namun tidak diselesaikan semuanya, hanya dibayar sebesar Rp 600 ribu.

Dan warga, lanjut Tandi juga meminta kepada yang bersangkutan untuk memindahkan sanitasi rukonya, dan tempat sampah yang berada di dekat akses pintu masuk bangunannya ketempat semula agar warga tidak kejauhan membuang sampah. Apalagi karena yang bersangkutan tersebut juga tidak memenuhi kewajibannya tersebut.

“Jika dia (Setiadi-red) tidak mau menunaikan kewajibannya maka kami sepakat untuk memindahkan tempat sampah dan papan pengumuman warga ketempat semula,” imbuhnya.

Permasalahan tersebut tidak diselesaikan secara baik-baik dengan warga setempat, malah justru hal tersebut membuat Setiadi melaporkan kepada pihak berwajib atas masalah tersebut. Bahkan, Setiadi melaporkan dirinya merasa tertekan oleh sikap warga sehingga akan menjual rukonya. Padahal hal tersebut hanya untuk kepentingan laporan saja, dan papan nama yang menyatakan dijual sudah hilang.

“Awalnya pelaporannya tersebut ke polsek semarang barat dan Polrestabes Semarang namun hal tersebut tidak cukup bukti adanya pemerasan. Dan terakhir justru dilaporkan ke lebih tinggi yakni ke Mabespolri. Malah nasib ketua RT kami saat ini ditahan, sudah selama satu minggu. Alasannya untuk menunggu kesiapan penyidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Joko Santoso mengatakan, sebagai dewan sebenarnya tidak memiliki kaitan dengan masalah hukum warga tapi untuk membantu permasalahan dilingkungan sosial masyarakat. Namun pihaknya tetap meminta kronologinya tersebut kepada warga seperti apa, dan nantinya akan mengumpulkan stake holder yang berwenang, seperti bagian hukum Pemkot. Karena ketua rt yang menjalankan roda pemerintah paling bawah, jangan sampai dengan adanya kasus ini membuat takut warga untuk menjadi ketua rt sampai terkena kasus hukum.

“Kami juga akan melihat lagi,dimana bangunan ruko tersebut sudah sesuai perijinan atau tidak. Jika tidak, kami akan minta Satpol PP untuk segera menindak tegas untuk dipolice line,” katanya. (EL)

Advertisements