Home News Update Ketua PKB Kota Semarang Dipecat Dewan Syuro???

Ketua PKB Kota Semarang Dipecat Dewan Syuro???

Ketua DPC PKB Kota Semarang Teguh Widodo.
Ketua DPC PKB Kota Semarang Teguh Widodo.
Ketua DPC PKB Kota Semarang Teguh Widodo.

Semarang, 29/7 (BeritaJateng.net) – Munculnya isu pemecatan Ketua DPC PKB Kota Semarang Teguh Widodo oleh Dewan Syuro DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Semarang menggelitik banyak kalangan dan dianggap sebagai guyon politik di tahun 2015.

Ketua DPC PKB Kota Semarang Teguh Widodo ketika dikonfirmasi tentang kabar pemecatan dirinya menegaskan bahwa hal ini adalah guyon politik jelang Pilwakot Semarang.

Tapi dirinya tak ambil pusing dengan kabar tersebut. Apalagi informasi yang muncul simpang siur.

Pemecatan yang diklaim Dewan Syuro DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Semarang dilaksanakan sebelum Ramadhan, tapi dikaitkan dengan dukungan ke Pilwakot Semarang. Padahal dukungan PKB saat Pilwakot keluar setelah Lebaran.

“Masalah ini sudah kami sampaikan ke DPP. Saya sendiri tak akan menggubris isu tersebut. Karena memang saya tak pernah mendapatkan surat pemecatan dari DPP,” tegasnya.

Sebelumnya, Dewan Syuro DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Semarang memutuskan memecat Teguh Widodo dari jabatan Ketua PKB Kota Semarang.

“Sebenarnya secara resmi kami sudah melayangkan surat kepada yang bersangkutan ditembuskan ke DPW Jateng dan DPP sebelum Ramadan lalu. Baru kali ini kami sampaikan secara resmi melalui pers supaya publik tahu,” tegas Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kota Semarang Drs KH Ahmad Hadlor Ikhsan, Selasa (28/7) kemarin.

Pertimbangannya, kata pengasuh pondok pesantren Al-Islah, Mangkang Kulon Semarang, Teguh selama ini tidak menggunakan mekanisme organisasi dalam mengambil keputusan.

Salah satu keputusan yang paling fatal menurutnya, Teguh atas nama DPC PKB Semarang mendukung Soemarmo HS-Zuber Safawi dari koalisi PKB dan PKS.

“Dewan Syuro sama sekali tidak dimintai pertimbangan apalagi ditanya mengenai koalisasi PKB-PKS sekaligus juga figur bakal calon wali kota dan wakil wali kota,” katanya.

Senada dengan Kiai Hadlor, Rois Syuriyah PCNU Kota Semarang KH Shodiq Hamzah mengatakan pihaknya tidak akan mengambil sikap apa-apa berkaitan dengan pilwakot. “Kami akan diam saja dulu sambil melihat situasinya seperti apa,” tegas pengasuh pesantren Ash-Shodiqiyah Sawah Besar, Kaligawe Semarang itu.

Dia membenarkan Ketua DPC PKB Kota Semarang Teguh Widodo berjalan sendiri tanpa mendengar suara Dewan Syuro maupun PCNU.

Konflik di tubuh PKB Kota Semarang ini, diduga dilatar belakangi tak munculnya nama Lina Aliana sebagai bakal calon wakil wali kota.

Teguh Widodo dianggap oleh Dewan Syuro DPC PKB tidak pernah meminta pertimbangan sebelum melakukan langkah politik.

Yang terjadi, PKB justru mengusung pasangan Soemarmo HS-Zuber Safawi berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Padahal Dewan Syuro dan Rois Syuriah PCNU Kota Semarang mendukung Lina Aliana dicalonkan di Pilwakot Semarang. (Bj)