Home Lintas Jateng Ketua Partai Nadem Temanggung Siap Dipecat

Ketua Partai Nadem Temanggung Siap Dipecat

Temanggung, 21/12 (Beritajateng.net) – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasional Demokrat Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Muh Sayit menyatakan siap dievaluasi dan siap dipecat jika dinyatakan gagal membesarkan partai tersebut di Temanggung “Saya siap dipecat dari posisi ketua jika berdasar hasil evaluasi dinyatakan gagal memimpin dan membesarkan Partai Nasdem di Kabupaten Temanggung,” katanya usai acara pendidikan politik bagi kader Partai Nasdem di Temanggung, Minggu.

Ia mengatakan dirinya telah menyampaikan pada Ketua DPD Partai Nasdem Jateng, bahwa dirinya siap dipecat jika dinilai tidak becus membesarkan partai Nasdem di Temanggung.

Ia menuturkan DPD Jateng sedang mengevaluasi kinerja pascapemilu legislatif dan pemilu presiden lalu.

Hingga kini, katanya sudah ada 10 ketua DPD tingkat kabupaten/kota di Jateng yang dipecat karena dinilai tidak mampu bekerja sesuai target, antara lain gagal menempatkan kader di DPRD atau perolehan kursi yang minim di DPRD.

Ia mengatakan pada pemilu legislatif lalu, Partai Nasdem Temanggung berhasil menempatkan empat kader di DPRD dan membentuk fraksi sendiri.

Sayit mengatakan pekerjaan saat ini adalah berjuang agar aspirasi warga menjadi kebijakan eksekutif.

“Kami tidak segan memecat kader di DPRD yang kinerjanya buruk, seperi jarang ngantor atau tidak ikut agenda-agenda dewan,” katanya.

Ia mengatakan pada Pemilu 2019 Partai Nasdem Temanggung menargetkan dapat enam kursi di DPRD Temanggung. Guna mewujudkan hal tersebut semua pengurus dan kader Partai nasdem harus bekerja keras.

Ia menuturkan setelah reformasi berjalan 15 tahun lebih demokrasi berkembang pesat, tetapi demokrasi yang berjalan ini baru pada demokrasi panggung.

“Jadi politik baru ramai di panggung, sementara demokrasi yang baik, demokrasi yang substansif harus berlangsung dengan peningkatan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Menurut dia demokrasi selama era reformasi baru sebatas memperumit tata kelola pemerintah, proses yang rumit semakin berbelit-belit tetapi hasilnya belum berkombinasi langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Bj)