Home Headline Ketua Paguyuban Kades Minta Dana Bankeu Desa Bisa Segera Dicairkan

Ketua Paguyuban Kades Minta Dana Bankeu Desa Bisa Segera Dicairkan

846

UNGARAN, 10/6 (beritajateng.net) – Ketua Paguyuban Kepala Desa Hamong Projo Kecamatan Sumowono Budiyono mengharapkan agar Dana Bantuan Keuangan (Bankeu) Desa yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah tahun 2020 bisa segera dicairkan. Permintaan tersebut disampaikan mengingat program program pembangunan yang bersumber dari bankeu tersebut sudah mendesak dan dibutuhkan masyarakat.

Budiyono menyampaikan permintaan tersebut saat memimpin para Kepala Desa se Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang silaturahmi dengan Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Bambang Kusriyanto di salah satu rumah makan di Sumowono Kabupaten Semarang.

“Kami mewakili teman teman kepala desa sampai saat ini harap harap cemas karena bantuan keuangan dari provinsi belum cair,” ungkapnya.

Budiyono mengatakan, beberapa program Bankeu yang sudah ber SK dan diharapkan bisa segera dilaksanakan diantaranya pembangunan jembatan Desa, perbaikan jalan poros desa, pembuatan embung, pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH) dan beberapa program pembangunan lainnya.

“Program program tersebut sangat urgen dan ditunggu pelaksanaannya oleh masyarakat,” katanya.

Menanggapi hal tersebut Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Bambang Kusriyanto menyampaikan, dari komunikasi yang dilakukan dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo beberapa waktu yang lalu, Bantuan Keuangan Desa tahun 2020 tidak dialihkan untuk penanganan Covid-19 dan akan segera dicairkan. Pertanyaan soal pencairan dana bankeu ini juga banyak disampaikan kepala desa di kecamatan lain yang disambangi Krebo dalam roadahownya.

“Gubernur menyampaikan dana Bankeu tersebut tidak dialihkan untuk Covid-19 dan dalam waktu dekat akan segera dicairkan.,” bebernya.

Politisi yang biasa disapa Krebo ini berpesan, mengingat saat ini masih dalam situasi Pandemi Covid-19 yang imbasnya sangat besar terutama di bidang perekonomian maka diharapkan pembangunan tersebut dilaksanakan dengan sistem padat karya yang melibatkan masyarakat terutama yang terdampak Covid-19.

“Pesan saya libatkan masyarakat terutama yang terdampak Covi-19 dengan sistem padat karya,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Krebo menegaskan, bantuan keuangan desa yang akan dicairkan tidak ada potongan serupiahpun. Para kepala desa diminta melaporkan kepada dirinya kalau ada pihak pihak yang mengatasnamakan dia untuk melakukan pemotongan.

“Tidak ada potongan serupiahpun. Kalau ada yang motong apalagi mengatasnamakan saya tolak dan segera saya dilapori,” pungkasnya.

(NK)