Home Headline Ketua Komisi D DPRD Jateng Minta Operator Angkutan Terapkan Protokol Kesehatan

Ketua Komisi D DPRD Jateng Minta Operator Angkutan Terapkan Protokol Kesehatan

Ketua Komisi D DPRD Jateng Dr. H. Alwin Basri, MM., M.IKom. Foto: Jatengprov.go.id

SEMARANG, 21/9 (Beritajateng.net) – Penyebaran Covid-19 saat ini ditengarai semakin meluas di banyak wilayah tak terkecuali di Jawa Tengah khususnya Kota Semarang. Berbagai cluster penularan sudah ditemukan baik itu perkantoran, pasar, tempat ibadah maupun tempat tempat lain.

Salah satu tempat umum yang sangat mungkin menjadi cluster penularan adalah angkutan umum, mengingat di sarana angkutan ini bisa berkumpul penumpang darimana saja tanpa diketahui riwayat perjalanan maupun kesehatannya.

Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, operator angkutan umum baik pemilik perusahaan maupun pelaksana lapangan seperti driver maupun kernet dan kondektur diminta menerapkan protocol kesehatan yang ketat bagi para penumpangnya.

Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah Dr. H. Alwin Basri, MM, M.IKom mengungkapkan, dibutuhkan kesepahaman dan kepedulian dari semua pelaku transportasi umum agar menerapkan protocol kesehatan di angkutan yang dikelolanya.

“Harus dipastikan bahwa protocol kesehatan dilaksanakan oleh operator angkutan umum, penumpang maupun kendaraannya agar penyebaran Covid-19 bisa terputus,” ungkapnya dalam Podcash Parlemen di Berlian TV DPRD Jateng, Senin (21/9).

Alwin menjelaskan disisi operator, harus menyediakan sarana cuci tangan minimal berupa Handsanitizer dan memastikan para driver, kernet serta kondektur bebas dari Covid-19 dengan cara melakukan pemeriksaan Rapid Test secara berkala serta melakukan penyemprotan disinfektan secra berkala pula terhadap armada angkutan yang dimilikinya.

“Penumpang juga harus mengenakan masker serta menjaga jarak tidak duduk berhimpitan,” katanya.

Pemilik angkutan umum (yang dikelola masyarakat) harus rela pemasukannya berkurang selama masa pandemi. Hal ini disebabkan ketentuan bahwa kapasitas yang diperbolehkan dalam angkutan tersebut hanya 50 persen.

“Tidak hanya driver yang ditekankan mengangkut separo kapasitas penumpang. Pemiliknya harus menurunkan setoran karena driver tidak bisa mengangkut dengan kapasitas penuh,” jelasnya.

Guna memastikan terpenuhinya protocol kesehatan pada sector angkutan ini, Alwin dan jajaran Komisi D DPRD Jawa Tengah akan secara berkala melakukan sidak di terminal terminal dan diangkutan umum secara langsung.

(ADV)