Home Headline Ketua DPRD Jateng Minta Warga Mampu Bantu WIFI Siswa Miskin di Lingkungannya

Ketua DPRD Jateng Minta Warga Mampu Bantu WIFI Siswa Miskin di Lingkungannya

363

UNGARAN, 4/8 (Beritajateng.net) – Tangan kanan Syifa Murhaini Naafillah dengan lincah menulis di atas buku, sementara tangan kirinya memegang handphone. Matanya tak lepas dari gawai tersebut. Dia menyalin materi pelajaran yang diberikan melalui Google Classroom dan Youtube.

Pelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19 diakuinya menyulitkan proses pembelajaran. “Saya kadang ketinggalan materi karena tidak bisa fokus,” kata siswi kelas 8 SMP Negeri 3 Ungaran ini di Rumah Aspirasi Bambang Kusriyanto, Selasa (4/8/2020).

Penyampaian materi melalui handphone membuatnya belajar lebih keras. Apalagi terkadang gangguan sinyal membuatnya kesulitan memahami penjelasan dari guru. Selain itu, dia juga harus membeli kuota. “Saya biasa beli kuota 10 giga seharga Rp 28.000,” jelasnya.

Karena itu, saat mengetahui Rumah Aspirasi Bambang Kusriyanto menyediakan layanan Wifi gratis, dia pun menyambanginya. “Ya bisa menghemat. Disini juga ada teman-teman sehingga kalau kesulitan bisa saling tanya,” kata Syifa.

Sementara orangtua salah seorang siswa, Erni Kumalasari mengatakan dengan adanya layanan Wifi gratis ini cukup membantunya. “Saya biasa membelikan kuota paketan seharga Rp 80.000, kalau bisa gratis ya lumayan uangnya bisa dialihkan untuk keperluan lain,” ucapnya.

Selain itu, dia merasa aman karena anaknya bisa bertemu teman sebaya dan dijaga orangtua siswa lain yang mengantar. “Saya terus terang ada kerjaan lain, jadi tidak bisa mengawasi terus menerus. Kalau ada orangtua murid lain ya merasa aman. Mereka juga bisa saling bantu memberi arahan,” paparnya.

Sementara Ketua DPRD Jawa Tengah Bambang Kusriyanto menyampaikan ide memasang Wifi gratis ini saat ada seorang anak yang ‘numpang’ mendapat layanan internet tersebut di teras rumahnya. “Karena semakin banyak, saya pasang Wifi di rumah aspirasi agar semakin banyak yang memanfaatkan. Akhirnya diumumkan di grup WA dan ada 20-an anak yang tiap hari datang sejak Wifi gratis dibuka minggu lalu,” paparnya.

Bambang juga menegaskan bahwa anak-anak yang memanfaatkan Wifi gratis harus menerapkan protokol kesehatan. “Dengan belajar di rumah aspirasi, saya berharap siswa tidak terlalu jenuh karena bisa bertemu temannya. Orangtua juga bisa merasa aman karena di rumah aspirasi ada yang menjaga,” kata Bambang.

Guna mengatasi kesulitan pembelajaran melalui daring politisi yang akrab disapa Krebo ini mengharapkan agar warga masyarakat yang memiliki fasilitas WIFI di rumahnya untuk membantu warga miskin di sekitarnya agar anak anaknya bisa ikut memanfaatkan.

“Saya minta yang punya WIFI membantu warga sekitarnya agar mereka bisa terbantu belajarnya,” pungkasnya.

(NK)