Home Headline Ketua DPRD Jateng Diperiksa di Pengadilan Tipikor

Ketua DPRD Jateng Diperiksa di Pengadilan Tipikor

Rukma Setiabudi

Rukma Setiabudi

Semarang, 13/1 (BeritaJateng.net) – Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setiabudi dimintai keterangan dalam sidang korupsi dana bantuan sosial bidang keagamaan dan pendidikan Kabupaten Kebumen di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Selasa.

Politikus PDI Perjuangan tersebut dimintai keterangan seputar mekanisme pengajuan serta pencairan dana bantuan sosial untuk sejumlah desa di Kabupaten Kebumen.

Rukma juga dimintai penjelasan mengenai seseorang bernama Bagong, yang tidak lain merupakan mantan sopir Ketua DPRD Jawa Tengah itu.

“Bagong bekerja sebagai sopir saya selama tiga tahun, sampai awal tahun 2007,” kata Rukma.

Bagong sendiri merupakan orang yang diduga bertugas untuk mengurus pengajuan bantuan sosial yang berasal dari aspirasi DPRD.

Setelah tidak bekerja sebagai sopirnya, Rukma mengaku tidak pernah lagi berhubungan dengan yang bersangkutan.

Berkaitan dengan dugaan bantuan sosial yang diselewengkan mantan Kepala Desa Kedungjati, Rahmat, yang menjadi terdakwa dalam perkara ini, Rukma menyatakan tidak mungkin dana tersebut berasal dari Komisi D DPRD Jawa Tengah yang dipimpinnya pada tahun 2008.

“Seluruh bansos dibahas di Komisi E, sementara Komisi D tidak membahas soal bansos,” katanya.

Selain Rukma, dihadirkan pula sebagai saksi dalam perkara ini yakni mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih.

Rustriningsih yang saat itu menjabat sebagai Bupati Kebumen dimintai keterangan seputar mekanisme pengajuan dan penyaluran bantuan sosial.

“Penyaluran bansos pemprov tidak pernah melalui pemkab,” katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Antonius Widjantono tersebut.

Sidang perkara penyimpangan dana bantuan sosial untuk wilayah Kabupaten Kebumen tahun 2008 tersebut akan digelar kembali dengan agenda lanjutan pemeriksaan saksi.

Sebelumnya, kasus pemotongan dana bantuan sosial bidang keagamaan dan pendidikan dari Provinsi Jawa Tengah untuk Kabupaten Kebumen menyeret mantan Kades Kedungjati, Rahmat.

Rahman merupakan orang yang bertugas mengumpulkan para Kades penerima bantuan.

Dana bantuan sosial yang cair selanjutnya dipotong dan diserahkan kepada Bagong, mantan sopir Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setiabudi.

Total potongan dari berbagai bantuan sosial yang telah dicairkan tersebut mencapai Rp635 juta. (ant/BJ)

Advertisements