Home DPRD Kota Semarang Ketua Dewan Pantau Banjir di Semarang

Ketua Dewan Pantau Banjir di Semarang

SEMARANG, 7/2 (BeritaJateng.net) – Banjir yang melanda Kota Semarang mengundang keprihatinan dari banyak pihak. Salah satunya dari Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman, SE. Bersama sejumlah pejabat Kota Semarang, Pilus, panggilan akrab politisi asal PDI Perjuangan ini mengunjungi sejumlah lokasi banjir.

Tidak hanya memantau, Kadar Lusman juga membagikan sejumlah bantuan diataranya makanan siap konsumsi atau nasi kotak. Pilus juga menyemangati warga agar tetap sabar dan ikhlas menerima bencana yang tidak diharapkan ini.

Lokasi pertama yang dikunjungi ketua DPRD Kota Semarang ini adalah SDN Wonosari Kecamatan Ngalian. Sekolahan yang berada di Jalan Kuda ini menjadi korban amukan Kali Beringin. “Air dari Kali Beringin memenuhi sekolah, akibatnya halaman sekolah penuh lumpur,” ujar Budi Kiatno salah seorang warga.

Kemarin sejumlah petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang dibantu aparat keamanan dan warga membersihkan sisa lumpur. Sedikitnya ada tiga armada damkar yang dikerahkan.

Dari SD Wonosari, pantauan dilanjutkan ke perumahan Mangkang Indah yang berada di Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngalian. Perumahan tersebut dilanda banjir setinggi 1,5 meter membuat warga tidak bisa melakukan aktifitas. Atas inisiatifnya, warga kemudian mendirilan dapur umum.

Ketua DPRD Kota Semarang pada kesempatan itu menyerahkan bantuan pada warga yang lagi sibuk memasak. “Ini bantuan dari kami untuk warga yang kemarin menjadi korban banjir,” ujar Kadar Lusman.

Usai dari perumahan Mangkang Indah bantuan juga dikirim ke RW 02 Kelurahan Mangkang Wetan Kecamatan Tugu.

Di kampung tersebut luapan Kali Beringin menggenangi hampir semua warga dengan ketinggian yang bervariasi. Warga Semarang Barat juga tidak luput dari perhatian Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman.

Sejumlah warga di Puri Anjasmoro mendapat bantuan makanan siap saji. Demikian juga dengan warga Tlogosari Kulon Kecamatan Pedurungan dan Genuk. Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman mengatakan, pemkot sudah  berupaya semaksimal mungkin dalam mengantisipasi banjir.

Salah satunya dengan membersihkan saluran secara rutin dan melakukan normalisasi sejumlah sungai. “Hasilnya sudah kelihatan sudah  banyak kawasan yang bebas banjir,” katanya. Namun karena cuaca ekstrem membuat curah hujan sangat tinggi.

Kondisi ini tidak hanya di Kota Semarang namun juga di Kabupaten Semarang sehingga air mengalir deras ke kota bawah. “Tentu saja membuat sejumlah kawasan dilanda  banjir,” katanya. Dengan adanya  banjir ini pihaknya bisa mengetahui lokasi mana yang harus dipasang pompa. (El)