Home Headline Kerugian Tanah Longsor di Banjarnegara Capai Rp264 juta

Kerugian Tanah Longsor di Banjarnegara Capai Rp264 juta

Banjarnegara, 5/12 (Beritajateng.net) – Kerugian sementara akibat bencana tanah longsor yang melanda sejumlah Desa di Kabupaten Banjarnegara pada tanggal 4-5 Desember 2014 mencapai Rp264 juta.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Catur Subandrio di Banjarnegara mengatakan, jumlah kerugian tersebut berdasarkan pendataan sementara yang kami lakukan di 25 titik longsor yang tersebar di delapan desa dari enam kecamatan. “Untuk desa lainnya masih dalam pendataan,” katanya, Jum’at (5/12).

Berdasarkan pendataan sementara, diketahui sebanyak satu rumah warga di Desa Paweden, Kecamatan Karangkobar, dan satu rumah di Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa, mengalami kerusakan berat karena roboh akibat terkena longsor.

Selain itu, sebanyak lima rumah warga mengalami kerusakan sedang, 11 rumah rusak ringan, dan delapan rumah terancam longsor.

“Rumah-rumah yang rusak sedang, rusak ringan, dan terancam longsor itu tersebar di beberapa desa, antara lain Pagerpelah, Sijeruk, dan Dawuhan,” jelas Catur didampingi stafnya, Andry Sulistyo.

Akibat bencana tanah longsor itu, kata dia, sebanyak lima keluarga terpaksa mengungsi, yakni satu keluarga dari Desa Paweden dan satu keluarga dari Desa Suwidak karena rumahnya roboh serta tiga keluarga dari Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, karena rumahnya terancam longsor.

Menurut dia, bencana tanah longsor juga merusak sejumlah infrastruktur berupa jalan desa, jalan kabupaten, dan jalan provinsi di tujuh titik.

Terkait kejadian tersebut, dia mengatakan bahwa BPBD Banjarnegara terus melakukan pendataan, pembersihan lokasi longsor, berkoordinasi dengan dinas terkait, dan memberikan sosialisasi pada masyarakat daerah rawan bencana.”Saat ini Posko (Pos Komando) BPBD telah diaktifkan selama 24 jam,” katanya.

Menurut dia, bencana tanah longsor yang terjadi pada tanggal 4-5 Desember itu melanda Desa Pagerpelah, Slatri, dan Paweden, Kecamatan Karangkobar, Suwidak, Bantar, dan Dawuhan, Kecamatan Wanayasa, Desa Paseh, Prendengan, Beji, dan Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Desa Clapar, Kecamatan Madukara, Desa Bojanegara, Kecamatan Sigaluh, dan Desa Bondolharjo, Kecamatan Punggelan.

“Akan tetapi, pendataan terkait kerusakan dan jumlah kerugian tersebut masih bersifat sementara,” tegasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno mengatakan bahwa Banjarnegara saat ini siaga bencana. Oleh karena itu, kata dia, langkah kesiapsiagaan diperlukan karena sekarang ini tengah menghadapi puncak musim hujan.

Menurut dia, hujan yang turun merata di wilayah Banjarnegara pada Kamis (4/12) malam menyebabkan terjadinya longsor di sejumlah titik.

“Sebagai salah satu upaya kesiapsiagaan, camat diinstruksikan untuk tetap ‘stand by’ (siaga) di rumah dinasnya masing-masing. Kepada camat dan kepala desa juga diminta melakukan sosialisasi kepada warganya agar dalam menghadapi musim hujan ini. Jika hujan turun deras, kaum lelaki diminta untuk tetap terjaga, biarkan kaum perempuan dan anak-anak yang tidur,” katanya.(ant/SS)