Home Nasional Kepolisian Diminta Perlakukan Ahok Sama Sesuai Hukum di Indonesia

Kepolisian Diminta Perlakukan Ahok Sama Sesuai Hukum di Indonesia

SEMARANG, 04/11 (BeritaJateng.net) – Ribuan massa unjuk rasa gabungan dari Forum Muslim Semarang (Formis) yang terdiri dari Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) Kota Semarang, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Semarang, Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Tengah, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) daerah Semarang dan Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Kota Semarang, melakukan aksi damai di depan Markas Besar Polisi Daerah (Mapolda) Jawa Tengah, Jumat (04/11) siang.

Mereka menuntut dan meminta pihak kepolisian untuk dapat menindak lanjuti kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, secara adil sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.

Koordinator aksi, Mursalin Ishak menyatakan aksi damai tersebut sebagai bentuk aspirasi umat Islam yang merasa agamanya dinodain oleh Ahok, saat Ahok berpidato di Kepulauan Seribu menyinggung tentang Surat Al-Maidah ayat 51.

“Kita lakukan aksi damai ini, kita tidak pandang matanya (Ahok) sipit, berpakaian dinas atau apapun itu, tetapi karena perkataannya yang menyinggung dan menistakan Islam, kami sebagai umat muslim tidak terima dan menuntut keadilan kepada pihak yang berwajib. Oleh karena itu, kami meminta perlakuan yang sama di mata hukum, atas penistaan agama yang dilakukan saudara ahok,” terang Mursalin Ishak.

Aksi unjuk rasa tersebut, mendapat pengawalan ketat pihak kepolisian untuk menjaga kondusifitas para demonstran. Atas aspirasi yang disampaikan para pengunjuk rasa, pihak kepolisian akan menindaklanjuti dengan menyampaikan aspirasi mereka kepada para petinggi kepolisian.

Aksi damai ribuan massa umat muslim di Depan Mapolda Jateng, Jumat (04/11/2016), mendapat pengawalan ketat pihak kepolisian.
Aksi damai ribuan massa umat muslim di Depan Mapolda Jateng, Jumat (04/11/2016), mendapat pengawalan ketat pihak kepolisian.

“Kami mewakili polisi dari Jawa Tengah, saya sampaikan bahwa kita sesama anak bangsa, kita cinta kesatuan, kita cinta kedamaian, kita cinta ketentraman, maka Tidak ada anak bangsa yang mau NKRI terpecah belah. Mudah mudahan apa yang anda sekalian sampaikan disini, mendapat barokah dan hidayah. Untuk itu, nantinya kita akan sampaikan aspirasi saudara sekalian kepada petinggi-petinggi kita di Polda dan semoga sampai juga ke petinggi di jakarta,” ucap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji.

Meski akhirnya ribuan massa dapat berunjuk rasa di depan Mapolda Jateng, namun sebelumnya sempat sesaat berorasi di depan gedung DPRD. Unjuk rasa berjalan dengan damai, tanpa adanya kericuhan maupun kerusuhan yang terjadi. Hingga selesai berunjuk rasa, ribuan massa tetap tertib dan damai membubarkan diri.

Seperti yang kita ketahui, dalam kutipan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam pidatonya di kepulauan seribu “jangan percaya orang, bisa saja dalam hati kecil ¬†Bapak Ibu enggak bisa milih saya. Ya kan, dibohongi pakai surat Al-Maidah 51 macem macem gitu. Itu hak Bapak Ibu, ya. Jadi kalau Bapak Ibu perasaan, gak bisa milih nih, karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu, ya enggak papa. Karena ini kan panggilan pribadi Bapak Ibu”, kutipan tersebut dinilai menodai agama Islam dan menistakan kitab Suci Al-Quran. (Bjt03)