Home Headline Kepala Satpol PP Tanggapi Alat Angklung Sitaan Rusak

Kepala Satpol PP Tanggapi Alat Angklung Sitaan Rusak

6
Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto.

SEMARANG, 13/10 (BeritaJateng.net) – Beberapa akun media sosial diramaikan dengan kabar rusaknya alat musik angklung yang disita oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang.

Melalui akun facebook dengan nama Didi, memposting kerusakan alat angklung tersebut di group MIK SEMAR (Media Informasi Kota Semarang).

Dalam postingannya Didi menceritakan bahwa Ia bersama dengan salah satu pemilik alat angklung tersebut berniat mengambil di Kantor Satpol PP Kota Semarang, Jumat (11/10/2019) kemarin. Namun, alat tersebut tidak dapat diambil dan dalam kondisi rusak.

“Siang tadi saya mendampingi mas Ewank ke kantor satpol PP di jalan Ronggolawe untuk mengambil seperangkat alat angklung yg disita saat main atau ngamen di kota lama Semarang pada tanggal 28 September 2019 malam. Sebelumnya alat mau diambil tidak boleh karena pengambilan barang yg dibawa kekantor Satpol PP kota Semarang hanya dilayani tiap hari Jumat. Hari Jumat ini kita datang untung mengambil alat tapi tidak dikasih, petugas bilang khusus angklung untuk pengambilan harus sama Pak Fajar Kepala Satpol PP langsung. Kebetulan Pak Fajar ada diluar Provinsi. Saya dan mas ewank meminta ijin untuk mengecek alat angklung yg disita, setelah mengecek alat, kami kaget ternyata semua alat rusak parah semua. Tidak ada satupun yang bisa dipakai”

https://www.facebook.com/groups/MIKSEMAR/permalink/2680303308753282/

Postingan tersebut pun menjadi viral, dengan hampir 13 ribu komentar dan 2 ribu kali dibagikan.

Terkait hal itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, bahwa tidak benar jika personelnya melakukan pengrusakan terhadap alat musik angklung yang di disita beberapa pakan lalu.

“Semua barang bukti aman, tidak ada yang merusak,” tegas Fajar melalui rilis yang diterima BeritaJateng.net, Sabtu (12/10/2019).

Menurut Fajar, semua barang sitaan akan diperlakukan sesuai dengan Standard Operation Procedure (SOP) yang ada.

“Satpol PP akan tetap tegas dalam menegakkan Perda, kami akan berlaku adil dan tidak tebang pilih dalam nemegakkan aturan,” ungkapnya.

Sementara terkait dengan cuitan warga net yang meminta pihak Satpol melakukan ganti rugi atas kerusakan alat musik angklung tersebut, Fajar menegaskan, Satpol PP tidak memiliki kewajiban untuk melakukan ganti rugi.

“Tidak ada ganti rugi apapun. Mereka sudah kami yustisi sebanyak dua kali, dan kami tetap berlakukan sama,” ungkapnya.

Fajar juga menjelaskan, Satpol PP dalam menjalankan tugas penegakan Perda berlandaskan terhadap aturan yang ada. Pihaknya juga selalu mengedepankan sikap humanis selama masing-masing pihak menaati aturan.

“Jika semua pihak menaati aturan pasti tidak akan dilakukan tindakan tegas dengan penyitaan barang apapun. Dan berkali kali kami sampaikan, kami tidak tebang pilih dalam menegakkan aturan,” imbuhnya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × two =