Home Headline Kenal Lewat Facebook, Pegawai Pertamina Gadungan Cabuli ABG

Kenal Lewat Facebook, Pegawai Pertamina Gadungan Cabuli ABG

400
0
Kenal Lewat Facebook, Pegawai Pertamina Gadungan Cabuli ABG
          BLORA, 12/1 (BeritaJateng.net) – Satreskrim Polres Blora melalui unit perlindungan perempuan dan anak menangkap seorang pemuda bernama Eko Yusuf Hidayat (28) warga dukuh cangcangan desa Giyanti kecamatan Sambong kabupaten Blora karena diduga melakukan pencabulan terhadap korbannya sebut saja bunga yang masih  dibawah umur Jumat (12/1/2018). Dalam menjalankan aksinya, pelaku mengaku sebagai pegawai SPBE pertamina.
          Di hadapan petugas, pelaku mengaku kenal korban pertama kali melalui jejaring sosial Facebook. Dalam perkenalannya tersebut, pelaku yang sudah beristri mengaku sebagai pemuda bujangan yang bekerja di SPBE pertamina dengan gaji Rp 3,4 juta per bulan.
          “Kenalnya lewat Facebook, terus saya ajak ketemuan dan keluar jalan-jalan. Setelah itu saya ajak begituan,” katanya.
          Menurut pelaku, perbuatan tersebut dilakukannya di sebuah hutan di sekitar dukuh cangcangan. Untuk menyakinkan korbannya, pelaku juga sempat berjanji akan menikahinya.
          “Waktu itu saya melakukannya di tengah hutan, tidak ada paksaan, kan sudah pacaran,” akunya.
Kenal Lewat Facebook, Pegawai Pertamina Gadungan Cabuli ABG

Sementara itu, Kasatserse polres Blora, AKP Hery Dwi Utomo mengatakan, penangkapan pelaku atas laporan dari orang tua korban yang merasa ditipu pelaku. Orang tua korban yang mengetahui pelaku bukan karyawan SPBE langsung melaporkan perbuatan pelaku ke polres Blora.

           “Ini pelaku kita tangkap saat akan melakukan perbuatannya yang kedua kalinya. Pelaku kami pancing agar mau ketemuan dengan korban, terus saat akan melakukan untuk yang kedua kalinya, pelaku langsung kami amankan,” ucap Hery Dwi.
           Menurut AKP Hery Dwi, perbuatan pelaku tergolong tidak masuk akal. Pasalnya modus yang digunakan pelaku sebagai tes keperawanan. “Modusnya adalah untuk mengecek apakah korban masih perawan atau tidak. Kemudian korban diminta untuk membuktikannya,” tambah Hery Dwi.
          Atas perbuatannya pelaku diancam dengan pasal 81 ayat 2 UU nomor 17 tahun 2016 dengan ancaman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.
(MN/El)