Home Ekbis Kenaikan Tarif Angkutan Tak Pengaruhi Jumlah Penumpang

Kenaikan Tarif Angkutan Tak Pengaruhi Jumlah Penumpang

image

Semarang, 3/12 (Beritajateng.net) – Kenaikan tarif angkutan tidak memengaruhi jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi umum, ujar Ketua Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) Jawa Tengah Karsidi Budi Anggoro.

“Penumpang memahami terkait kenaikan tarif ini, mau tidak mau memang penyesuaian tarif harus dilakukan sebagai dampak kenaikan harga BBM subsidi,” katanya di Semarang, Rabu.

Diakuinya hingga saat ini tidak terjadi masalah berarti di lapangan, pengusaha angkutan umum tetap beroperasi normal dan masyarakat yang menaiki angkutan umum tidak berkurang jumlahnya.

Untuk besaran kenaikan angkutan perkotaan maupun pedesaan saat ini berkisar 30 persen. Menurutnya, kenaikan langsung dilakukan tidak lama setelah kenaikan harga BBM.

“Saat mulai kenaikan harga BBM itu kan angkutan umum juga harus membayar dengan harga yang baru, jadi pada saat itu kenaikan tarif dilakukan,” katanya.

Jika sebelumnya untuk tarif batas atas angkutan Rp161/km/penumpang untuk saat ini mencapai 177/km/penumpang, sedangkan untuk tarif batas bawahnya jika sebelumnya di kisaran Rp112/km/penumpang saat ini menjadi Rp120/km/penumpang.

Sementara itu, mengenai imbauan Pemerintah melalui Menteri Perhubungan terkait kenaikan tarif angkutan umum yang tidak boleh lebih dari 10 persen pihaknya mengungkapkan kondisi tersebut sulit terealisasi di daerah-daerah.

“Kalau itu kan keputusan jajaran atas (Pemerintah), pada dasarnya kami sulit menerapkan imbauan tersebut mengingat kenaikan harga BBM sebesar 30 persen/liternya,” katanya.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan kenaikan tarif maksimal 10 persen dari yang berlaku saat ini. Jonan mengatakan kenaikan tarif tersebut sudah mempertimbangkan aspek kelangsungan usaha industri angkutan dan daya beli masyarakat.(ant/pj)

Advertisements