Home Headline Kenaikan Cukai Rokok Bisa Memicu Pertumbuhan Rokok Ilegal

Kenaikan Cukai Rokok Bisa Memicu Pertumbuhan Rokok Ilegal

Semarang, 26/10 (BeritaJateng.net) – Rencana pemerintah menaikkan cukai rokok diperkirakan akan berdampak berkurangnya produksi dan pengurangan tenaga kerja. Disamping itu bisa memicu pertumbuhan rokok ilegal di Jawa Tengah.

“Jika harga rokok jadi dinaikan, yang untung bukan pengusaha rokok. Tapi mafia rokok ilegal karena pengiriman barang (rokok) mereka juga sekaligus membawa rokok ilegal. Sehingga mereka pinter memanfaatkan situasi. Sebenarnya kalau berfikir siapa untung dan buntung, kita tetap berfikir menjalin kerjasama dengan mitra, pemerintah dan distribusi. Sehingga jika sesuai trek bisa untung,” kata Ketua Persatuan Produsen Rokok Kudus, Agus Sarjono, dalam diskusi kopi Jurnalis FWPJT bertemakan cukai melambung, siapa (b)untung DPRD Jateng, Rabu (26/10).

Dirinya mengakui, kenaikan cukai rokok sebesar 10,54% membuat produsen rokok di Kudus banyak yang gulung tikar. Tercatat dari 130 produsen, kini tersisa hanya 80 produsen yang aktif. Sebab, industri rokok pada umumnya tidak serta merta mengandalkan tembakau dan cengkeh dalam negeri. Melainkan 60% impor dan 40% lokal. “Harus impor, karena petani tembakau tidak benar-benar menanam tembakau seperti di Kendal. Mereka justru menanam bawang merah dulu lalu tembakau. Sehingga aroma dan rasa tembakaunya menjadi pedas. Petani itu karepe dewe, dengan pola yang seperti itu berbalik dengan pola pabrikan rokok,” jelasnya.

Sementara itu Ketua LP2K, Ngargono mengaku setuju dengan naiknya harga rokok lantaran 70 persen perokok semua umur berhenti. Akan tetapi, kenaikan tersebut tidak diberlakukan padahal sudah mempertimbangkan lima aspek. Yakni kesehatan, ketenagakerjaan, penerimaan negara, peredaraan rokok ilegal dan dana alokasi kesehatan (JKN). Ia menilai pemerintah ambigu karena sebagai pengendali konsumsi tapi juga menerima cukai rokok. “Saya tidak yakin kalau harga rokok naik, rokok ilegal pasti melonjak,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Jateng, Ferry Wawan Cahyono menilai tanpa cukai naik sekalipun produsen rokok tetap untung. Sebab, dunia usaha akan mengalami kompetisi yang ketat baik pengusaha kecil, sedang maupun besar. “Kampanye naiknya cukai, produsen rokok tidak ada masalah justru diuntungkan. Karena kebijakan itu pasti produsen rokok menengah bawah akan hilang. Secara otomatis hanya perusahaan besarlah yang akan menang,” jelasnya.

(BJ13)

Comments are closed.