Home Ekbis Kenaikan BBM Dorong Pengusaha Lakukan Efisiensi

Kenaikan BBM Dorong Pengusaha Lakukan Efisiensi

image
Kudus, 27/11 (Beritajateng.net) – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)mendorong para pengusaha melakukan efisiensi untuk menekan biaya operasional perusahaan agar tidak terlalu tinggi, kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Kudus Bambang Sumadyono.

“Dengan adanya kenaikan harga BBM, industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi dipastikan terkena dampaknya,” ujarnya di Kudus, Kamis.
Selain itu, kata dia, pengusaha yang sejak awal melibatkan transportasi juga terkena dampak melambungnya biaya operasional perusahaan, menyusul kenaikan harga BBM.
Hal itu, kata dia, dianggap sebagai tantangan agar tetap bisa berproduksi dan meraih keuntungan.

Agar daya saingnya tidak menurun, kata dia, pengusaha juga tetap harus menjaga kualitas produknya serta tidak membebankan dampak kenaikan harga BBM terhadap konsumen.

Ia menyatakan khawatir jika langkah membebankan dampak kenaikan harga BBM terhadap konsumen, justru akan menurunkan daya saing di pasaran.
Beban biaya operasional perusahaan, kata dia, tidak hanya bertambah menyusul kenaikan harga BBM, melainkan pemberlakuan upah minimum kabupaten (UMK) Kabupaten Kudus sebesar Rp1.380.000 pada 2015 juga ikut memberikan dampak.

“Kami yakin pengusaha tidak akan menempuh langkah pemutusan hubungan kerja karena langkah efisiensi di internal perusahaan masih memungkinkan dilakukan,” ujarnya.

Menurut dia, banyak hal yang bisa dijadikan sasaran efisiensi biaya sehingga pengusaha masih tetap untung dengan kondisi harga BBM melambung serta upah juga mengalami kenaikan.

Apalagi, kata dia, langkah serupa juga pernah ditempuh pengusaha ketika terjadi kenaikan harga BBM sebelumnya, sehingga penyesuaian terhadap dampak tersebut dipastikan hanya berlangsung satu bulan.
“Dalam jangka waktu satu bulan pengusaha memang masih tahap penyesuaian, setelah itu diyakini kembali normal seperti sebelumnya,” ujarnya.

Harga BBM bersubsidi jenis premium saat ini naik menjadi Rp8.500/liter dari Rp6.500/liter dan solar naik menjadi Rp7.500/liter dari Rp5.500/liter.(ant/pj)