Home Headline Kembangkan Wisata Religi, Disperkim Tata Kawasan Makam KH Sholeh Darat

Kembangkan Wisata Religi, Disperkim Tata Kawasan Makam KH Sholeh Darat

Makam KH. Sholeh Darat Kompleks Bergota Semarang.

Semarang, 22/5 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tengah mengonsep pengembangan wisata religi. Salah satunya dengan pembangunan infrastruktur dan fasilitas di makam KH. Sholeh Darat, kompleks TPU Bergota, Kelurahan Randusari.

“Selama ini perhatian untuk wisata religi khususnya makam tokoh-tokoh agama di Semarang ini kesannya kurang. Pak Wali Kota ingin wisata religi di Semarang itu dikembangkan. Seperti Sunan Kalijaga di Kabupaten Demak, Sunan Muria di Kabupaten Kudus, dan lain-lain,” jelas Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati (Disperkim) Kota Semarang, Sabtu (22/5).

Menurutnya ada banyak tokoh agama dan lainnya yang terus menjadi jujugan masyarakat untuk berziarah. Selain tokoh-tokoh seperti Sunan Pandanaran dan KH Sholeh Darat, masih terdapat yang lainnya.

“Ada banyak sekali makam tokoh-tokoh di Semarang. Setidaknya dalam hitungan sementara kami ada 16 makam yang ramai peziarah. Khusus di TPU Bergota ada beberapa. Nah itu akan bagus bila fasilitas dapat dibangun untuk menunjang wisata religi ini,” urainya.

Saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata untuk sinergi pembangunannya. Wisata religi ini juga diharapkan terintegrasi antar satu makam dan lainnya.

Untuk pembangunannya, Disperkim punya kewenangan menambah fasilitas. Seperti pendopo, gerbang, jalan, dan lain-lain.

Kepala Disperkim, Ali, menambahkan, pihaknya meminta masukan para tokoh agama yang ada. Hal ini mencakup bagaimana semestinya pembangunan fasilitas yang memadai untuk para peziarah.

Terlebih, jarak antar makam  di TPU Bergota itu sudah sempit. Sehingga butuh pembangunan akses jalan yang dinilai paling tepat dan beretika.

“Kami meminta masukan pada tokoh agama. Apakah nantinya akses jalan itu di atas tanah ataukah bisa menggunakan teknologi eskalator. Kami meminta masukan, dan menunggu keputusannya,” jelasnya. (Ak/El)